Perempuan Kepala Keluarga Kian Terpuruk
Kondisi perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga semakin terpuruk dalam kondisi Covid-19. Berdasarkan data dari BPS tahun 2018, 10,3 juta Rumah Tangga (15,7 %) dengan perempuan sebagai kepala keluarga. Menurut Mia Siscawati, dosen Program Studi Kajian Gender Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, bahwa Perempuan kepala keluarga seringa tidak dianggap dalam beberapa konteks. Misalnya saat Pemilu.
Sementara Direktur Yayasan Program Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) Nani Zulminarni menuturkan bahwa kondisi semakin berat untuk perempuan kepala keluarga sebab mereka harus berjuang sendiri dalam situasi krisis, stigma negatif kadang disematkan bagi perempuan kepala keluarga yang ditinggalkan suaminya. Hingga saat ini Pekka beranggotakan 68.850 perempuan di 87 kabupaten di 20 provinsi, mereka rata-rata berpenghasilan di bawah Rp. 1 juta per bulan.
Margaretha Boy (59) yang sejak ditinggalkan
suaminya enam tahun lalu dan sekarang berprofesi sebagai petenun kain
tradisional pandangan miring karena berstatus ‘janda’ sempat disematkan oleh
warga setempat, walaupun telah bergabung dengan Pekka dan berdaya secara
ekonomi.
Tags :
#Isu LokalPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023