;

Perempuan Kepala Keluarga Kian Terpuruk

Sosial, Budaya, dan Demografi Ayu Dewi 08 Aug 2020 Kompas, 3 Agustus 2020
Perempuan Kepala Keluarga Kian Terpuruk

Kondisi perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga semakin terpuruk dalam kondisi Covid-19. Berdasarkan data dari BPS tahun 2018, 10,3 juta Rumah Tangga (15,7 %) dengan perempuan sebagai kepala keluarga. Menurut Mia Siscawati, dosen Program Studi Kajian Gender Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, bahwa Perempuan kepala keluarga seringa tidak dianggap dalam beberapa konteks. Misalnya saat Pemilu. 

Sementara Direktur Yayasan Program Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) Nani Zulminarni menuturkan bahwa kondisi semakin berat untuk perempuan kepala keluarga sebab mereka harus berjuang sendiri dalam situasi krisis, stigma negatif kadang disematkan bagi perempuan kepala keluarga yang ditinggalkan suaminya. Hingga saat ini Pekka beranggotakan 68.850 perempuan di 87 kabupaten di 20 provinsi, mereka rata-rata berpenghasilan di bawah Rp. 1 juta per bulan. 

Margaretha Boy (59) yang sejak ditinggalkan suaminya enam tahun lalu dan sekarang berprofesi sebagai petenun kain tradisional pandangan miring karena berstatus ‘janda’ sempat disematkan oleh warga setempat, walaupun telah bergabung dengan Pekka dan berdaya secara ekonomi.

Tags :
#Isu Lokal
Download Aplikasi Labirin :