Tiada Akhir, Suharso Aktualisasi
Aveus Har, demikian nama pena Suharso, gemetar saat mendengar karyanya, ”Istri Sempurna”, dinobatkan sebagai Cerpen Terbaik Kompas 2023. Antara percaya dan tidak, nyatanya ia menjejaki panggung untuk menerima penghargaan. Sastrawan asal Pekalongan, Jawa Tengah, itu dihujani ucapan selamat dari sesama penulis. Har mengangkat pialanya dengan senyum lebar yang semringah. Ia sungguh tak menyimpan ekspektasi yang muluk-muluk. ”Cerpenku sudah masuk Kompas saja sudah wow,” ucapnya di Bentara Budaya Jakarta, Jumat (20/12/2024). Wajar jika atensi yang datang kepadanya tiba-tiba, mencuatkan kegegeran personal baginya. Maklum ia adalah seorang yang introver. Sempat pula tebersit di kepalanya keraguan soal kemeriahan yang mungkin hanya khayalan. ”Enggak nyangka banget. Sorotannya pasti enggak hanya di sini, tapi juga ke luar,” ujarnya. Capaian Har bukan berangkat dari menara gading atau pemikiran yang kompleks. Ia melakoni kesederhanaannya dengan mata pencarian yang biasa-biasa saja, yakni berdagang mi ayam di teras rumah yang disulap menjadi kedai mungil. Profesi sebagai pedagang mi ayam telah ia jalani sejak tahun 1997. Ia dengan merendah, mengaku tak hobi menulis, melainkan membaca. Menulis hanya kanalisasi dari membaca seiring kesulitan Har berinteraksi dengan rekan-rekannya lantaran harus menunggui pelanggan. Tidak jarang, ide-ide cerita berseliweran tatkala ia sibuk menghidangkan pesanan. (Yoga)
Tags :
#Dalam NegeriPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023