Perkuat Keperdulian pada Lingkungan Melalui Momentum Natal
Natal 2024 menjadi momentum untuk menunjukkan keberpihakan pada pelestarian lingkungan hidup. Sama seperti negara lain, Indonesia juga berada dalam ancaman bencana akibat perubahan iklim, degradasi lingkungan hidup, dan kepunahan keanekaragaman hayati. Semangat keagamaan dapat menjadi salah satu pendorong bagi masyarakat untuk berkolaborasi menyelesaikan sejumlah permasalahan tersebut. Apalagi komitmen terhadap lingkunganhidup dan kerukunan umat beragama merupakan poin utama di Deklarasi Istiqlal 2024. Deklarasi dimaksud dibuat saat kunjungan Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Paus Fransiskus ke Indonesia pada awal September 2024. Deklarasi Istiqlal ditandatangani Paus Fransiskus dan Nasaruddin Umar yang saat itu menjadi Imam Besar Masjid Istiqlal. ”Setiap agama harus memperhatikan hubungan teologis dengan pelestarian lingkungan. Kita harus menyadari bahwa tindakan kita terhadap lingkungan adalah bagian dari refleksi iman.
Kalau lingkungan alam semesta ini rusak, kita pun juga akan terkontaminasi dampak negatifnya,” kata Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam Seminar Natal Nasional 2024, Gereja Berjalan Bersama Negara: Semakin Beriman, Humanis, dan Ekologis, di Jakarta, Kamis (19/12/2024). Acara ini juga dihadiri Ketua Panitia Natal Nasional 2024 yang merupakan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono dan Koordinator Seminar Natal Nasional sekaligus anggota Om budsman Robert Na Endi Jaweng. Selain itu, hadir pula Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai dan Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Jack levyn Manuputty. Sejalan dengan Nasaruddin, Thomas Djiwandono mengatakan, Natal 2024 harus menjadi momentum untuk menunjukkan keberpihakan umat beragama terhadap persoalan lingkungan. Dalam beberapa dekade terakhir, perubahan iklim, degradasi lingkungan hidup, dan kepunahan keanekaragaman hayati menjadi isu global yang tidak hanya menjadi ancaman di banyak negara, tetapi juga Indonesia. Natal juga bisa menjadi pemantik bagi umat beragama untuk menyelesaikan masalah sosial lainnya. Sebab, masyarakat Indonesia masih menghadapi sejumlah persoalan, seperti kemiskinan dan kekerasan. (Yoga)
Tags :
#Dalam NegeriPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023