Lesunya Proyek, Kredit Sindikasi Ikut Merosot
Kredit perbankan mengalami pertumbuhan yang didorong oleh peningkatan kredit korporasi, namun hal ini tidak diikuti oleh penurunan signifikan dalam kredit sindikasi. Pada tahun 2024, kesepakatan kredit sindikasi mengalami penurunan yang tajam, tercatat turun 34,9% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total kesepakatan hanya mencapai US$ 19,74 miliar hingga akhir November. Penurunan ini terutama disebabkan oleh berkurangnya proyek-proyek infrastruktur besar, yang biasanya menjadi sumber utama kredit sindikasi.
Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA, menyatakan bahwa penurunan ini disebabkan oleh berkurangnya proyek infrastruktur, seperti jalan tol dan pelabuhan, yang sebelumnya menjadi fokus utama dalam kredit sindikasi. Ia juga tidak dapat memprediksi apakah tren penurunan ini akan berlanjut di tahun depan, karena bergantung pada kondisi ekonomi dan proyek-proyek yang ada.
Di sisi lain, Royke Tumilaar, Direktur Utama BNI, menjelaskan bahwa meskipun BNI berhasil mencatatkan posisi tertinggi dalam hal kredit sindikasi, pihaknya tetap berhati-hati dalam menyalurkan kredit korporasi, mengingat kualitas kredit di beberapa sektor, seperti UMKM, yang tengah memburuk. Oleh karena itu, BNI memilih untuk menggunakan skema kredit sindikasi guna membagi risiko.
Meskipun kredit korporasi menunjukkan pertumbuhan, penurunan dalam kredit sindikasi mencerminkan tantangan sektor infrastruktur yang mempengaruhi penyediaan kredit dengan nilai besar.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023