;

Inflasi Naik, Konsumsi Masih Tertekan

Ekonomi Hairul Rizal 02 Dec 2024 Kontan
Inflasi Naik, Konsumsi Masih Tertekan
Inflasi di Indonesia diperkirakan akan meningkat pada bulan November 2024, terutama didorong oleh kenaikan harga bahan pangan menjelang akhir tahun. Para ekonom memproyeksikan inflasi bulanan November berkisar antara 0,22% hingga 0,36% month-to-month (mtm), lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi Oktober yang hanya 0,08% mtm. Secara tahunan, inflasi diperkirakan berada pada angka 1,46% hingga 1,77% year-on-year (yoy).

David Sumual, Kepala Ekonom BCA, menyatakan bahwa kenaikan inflasi disebabkan oleh harga bahan pokok yang naik, seperti bawang merah, meskipun beberapa komoditas lain mengalami stagnasi. Ia memperkirakan inflasi November akan mencapai 0,22% mtm, sementara inflasi tahunan diperkirakan 1,46% yoy.

Andry Asmoro, Kepala Ekonom Bank Mandiri, mengidentifikasi tiga faktor yang menyebabkan inflasi lebih tinggi: kenaikan harga bawang merah, harga bahan bakar minyak yang meningkat, dan kenaikan inflasi inti akibat pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Ia memproyeksikan inflasi tahunan akan moderat menjadi 1,48% yoy, dengan inflasi bulanan naik 0,24% mtm.

Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, memprediksi inflasi harga bergejolak akan naik signifikan, sementara inflasi inti diperkirakan stabil pada 0,20% mtm. Ia juga memperkirakan inflasi tahun 2024 akan berada dalam target Bank Indonesia, yakni antara 1,7% hingga 2%.

Namun, meskipun ada kenaikan inflasi, Banjaran Surya Indrastomo dari BSI dan Hosianna Evalita Situmorang dari Bank Danamon berpendapat bahwa inflasi inti tetap rendah dan konsumsi masyarakat cenderung tertahan karena ketidakpastian ekonomi.
Tags :
#Inflasi
Download Aplikasi Labirin :