Peluang Window Dressing Kian Memudar
Pasar saham Indonesia mengalami penurunan signifikan pada bulan November 2024, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun hingga 6,7%, mencatatkan kinerja terburuk dalam 20 tahun terakhir. Namun, ada harapan untuk kenaikan IHSG pada bulan Desember, terutama karena potensi window dressing oleh manajer investasi besar. Secara historis, IHSG sering mengalami koreksi pada November, tetapi cenderung menguat pada Desember, dengan probabilitas tinggi untuk kenaikan di bulan tersebut.
Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, memperkirakan IHSG akan berada di kisaran 7.150-7.300 pada akhir Desember, dengan kemungkinan kenaikan sekitar 2,61%. Meski ada potensi kenaikan, Nico mengingatkan bahwa pergerakan IHSG cenderung terbatas karena faktor makro ekonomi dan ketidakpastian yang muncul setelah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS, yang dapat memengaruhi kebijakan moneter global.
Hans Kwee, pengamat pasar modal, juga mencatat sentimen negatif akibat kebijakan tarif Trump yang berpotensi mendorong inflasi dan membatasi pemotongan suku bunga oleh The Fed. Ia memprediksi IHSG akan mengalami konsolidasi dengan support di 7.100 - 7.000 dan resistance di 7.250 hingga 7.340.
Di sisi lain, Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, lebih optimistis, menganggap IHSG memiliki peluang untuk menguat akibat window dressing dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan menguat pada kuartal IV-2024. Ia memproyeksikan IHSG akan menguji level resistance di 7.300, dan jika berhasil menembus level tersebut, IHSG bisa naik lebih jauh ke 7.600.
Tags :
#BursaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023