;

Ketidakjelasan Legalitas yang Menghambat

Ekonomi Hairul Rizal 02 Dec 2024 Bisnis Indonesia
Ketidakjelasan Legalitas yang Menghambat

Pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) yang bertujuan untuk mengumpulkan modal guna pengembangan investasi strategis nasional dan mengelola aset serta portofolio investasi BUMN. Dalam tahap awal, konsolidasi dilakukan terhadap tujuh BUMN besar, seperti PT Bank Mandiri, PT PLN, dan PT Pertamina, dengan proyeksi pengelolaan dana mencapai US$600 miliar dan meningkat menjadi US$982 miliar dalam beberapa tahun. Jika berhasil, posisi Danantara sebagai pengelola aset terbesar dapat meningkat dari peringkat 8 menjadi peringkat 5 global.

Namun, terdapat tantangan terkait ambiguitas regulasi pendirian Danantara, yang menurut beberapa pakar hukum dapat menyebabkan kerancuan, terutama terkait dengan status hukum BUMN dan Indonesia Investment Authority (INA) yang memiliki dasar hukum berbeda. Kepala BPI Danantara, Muliaman Darmansyah Hadad, menjelaskan bahwa proses regulasi masih dalam tahap persiapan dan akan dilakukan dengan pendekatan komprehensif dan hati-hati. Hal ini juga didukung oleh Presiden Prabowo Subianto yang menekankan perlunya kajian mendalam sebelum pelaksanaan Danantara sebagai superholding.

Para pemimpin BUMN yang terlibat, seperti Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dan VP Corporate Communication Telkom Andri Herawan Sasoko, menyatakan dukungan mereka terhadap inisiatif ini, meskipun mereka masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah. Menteri BUMN, Erick Thohir, juga mendukung langkah konsolidasi ini seiring dengan upaya restrukturisasi BUMN yang telah dilakukan selama lima tahun terakhir.

Secara keseluruhan, meskipun Danantara memiliki potensi besar untuk menjadi mesin ekonomi baru bagi Indonesia, kelancaran pelaksanaannya sangat bergantung pada penyelesaian masalah regulasi yang ada.



Download Aplikasi Labirin :