Komisi, Andalan Baru Bank Digital
Bank digital menghadapi tantangan besar untuk mencetak pendapatan bunga bersih di tengah likuiditas yang ketat. Oleh karena itu, pendapatan non-bunga atau fee based income (FBI) menjadi andalan utama untuk menopang kinerja keuangan. Sebanyak delapan dari 11 bank digital mencatatkan pertumbuhan pesat FBI selama 10 bulan pertama 2024, meskipun nilainya masih kecil.
Superbank mencetak pertumbuhan FBI tertinggi sebesar 1.835% secara tahunan menjadi Rp 14,8 miliar, didukung sinergi ekosistemnya bersama Grab, Emtek Group, Singtel, dan Kakao Bank. Menurut Tigor M. Siahaan, Direktur Utama Superbank, lebih dari 60% nasabah Superbank sudah menghubungkan akun mereka dengan aplikasi Grab, menandakan kekuatan ekosistem yang terintegrasi. Superbank kini memiliki 2 juta nasabah aktif sejak meluncurkan aplikasi digitalnya pada Juni 2024.
Seabank menjadi bank digital dengan FBI terbesar, mencapai Rp 107,05 miliar atau tumbuh 55,6% secara tahunan. Seabank memiliki 15,5 juta nasabah aktif per September 2024, menjadikannya salah satu bank digital dengan basis nasabah terbesar.
Sementara itu, Allo Bank mencatatkan FBI Rp 19,19 miliar, tumbuh 191% secara tahunan. Menurut Direktur Utama Allo Bank, Indra Utoyo, peningkatan ini didorong oleh fitur transaksi seperti QRIS, transfer, dan pembayaran tagihan. Allo Bank juga akan memperkuat kemitraan strategis dengan berbagai ekosistem untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
Keberhasilan bank digital dalam meningkatkan FBI sangat bergantung pada jumlah dan rasio nasabah aktif, serta kekuatan sinergi ekosistem digital yang mereka bangun.
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023