;

Berbagai Usulan Skema Pembiayaan Program 3 Juta Rumah

Ekonomi Yoga 02 Dec 2024 Kompas
Berbagai Usulan Skema
Pembiayaan Program 3 Juta Rumah

Pembiayaan program 3 juta rumah per tahun tidak bisa hanya mengandalkan likuiditas perbankan. Dengan kebutuhan pembiayaan Rp 150 triliun dalam setahun, pemerintah tengah merancang skema pembiayaan, antara lain penerbitan surat utang dengan jaminan negara, penempatan iuran dana masyarakat, dan pembiayaan pasar modal. Pengamat perbankan, Paul Sutaryono, Minggu (1/12/2024), mengatakan, program 3 juta rumah tidak dapat dibiayai seluruhnya oleh perbankan. Sebab, bank memiliki aturan main tersendiri (highly regulated), seperti batas maksimum pemberian kredit (BMPK) sebesar 10 % dari modal bank sebagai indikator tingkat kesehatan bank. Di sisi lain, bank juga harus enerapkan manajemen risiko dengan baik dan benar, terutama manajemen risiko kredit, agar risiko tidak terkonsentrasi pada satu sektor  tertentu. Kendati demikian, terbuka peluang pembiayaan program 3 juta rumah melalui skema kredit sindikasi (syndicated loan) dengan bank lainnya untuk memitigasi risiko (risk sharing).

”Dengan demikian, penyaluran kredit untuk program itu bisa lebih tinggi, tapi, tetap sulit untuk mencapai jumlah Rp 150 triliun dalam satu sektor,” kata Paul, yang juga Assistant Vice President BNI (2005-2009). Terdapat skema lain yang dapat ditempuh oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN selaku bank yang memiliki fokus pada sektor property, antara lain, mencari pembiayaan lainnya di pasar modal, penerbitan obligasi atau surat utang negara dengan kupon yang kompetitif. Menurut Paul, bunga kupo yang ditawarkan harus jauh lebih tinggi daripada suku bunga deposito. Apalagi, obligasi dianggap memiliki risiko yang rendah atau bahkan bebas risiko (risk free) karena ditanggung pemerintah sehingga menjadi risiko pemerintah (goverment risk). (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :