;

Pendidikan vokasi dituntut bertransformasi menjawab kebutuhan Pekerjaan di Masa Depan

Pendidikan vokasi dituntut bertransformasi menjawab kebutuhan Pekerjaan di Masa Depan

Pesatnya kemajuan teknologi akan mengubah lanskap pekerjaan di masa depan. Pendidikan vokasi dituntut bertransformasi menjawab kebutuhan tersebut. Karena itu, kerja sama dengan dunia industri perlu diperkuat agar keterampilan yang ditempa di sekolah dan kampus selaras dengan kebutuhan pekerjaan. Kecakapan teknologi digital diprediksi makin dibutuhkan. Namun, kemampuan nonteknis, seperti berpikir analitik dan kreatif, tak kalah penting. Perkembangan teknologi akan mengganti beberapa jenis pekerjaan, tetapi sekaligus melahirkan jenis pekerjaan baru. Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri Kemendikbudristek, Adi Nuryanto mengatakan, pada 2024, dinamika pasar kerja menunjukkan perubahan signifikan, didorong adaptasi kemajuan teknologi, termasuk akal imitasi (AI).

”Melalui berbagai kebijakan dan intervensi strategi, kami mendorong kerja sama antara satuan pendidikan vokasi dan industri,” ujarnya dalam peluncuran awal buku Tinjauan Pekerjaan dan Keahlian Masa Depan: Bagaimana Teknologi Membentuk Dunia Kerja Indonesia? di Jakarta, pada Jumat (29/11). Buku yang diterbitkan Penerbit Buku Kompas itu memuat hasil Survei Future of Work 2024 yang memetakan tantangan sekaligus menangkap keterkaitan peluang dunia pendidikan dengan perkembangan dunia industri saat ini dan di masa depan. Pengolahan dan analisis data melibatkan Litbang Kompas. ”Kini saatnya pemimpin bisnis, dunia pendidikan, dan pembuat kebijakan mengambil langkah nyata membentuk  masa depan dunia kerja inklusif. Investasi yang kita lakukan hari ini harus mampu menciptakan pekerjaan yang lebih baik, peluang lebih luas, dan masa depan lebih cerah bagi semua lapisan masyarakat,” jelasnya. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :