;

Transportasi : Kejar Dua Aspek dengan Langkah Terukur

Ekonomi Ayu Dewi 24 Jul 2020 Kompas, 23 Juli 2020
Transportasi : Kejar Dua Aspek dengan Langkah Terukur

Pemerintah berupaya agar sektor transportasi mampu bertahan di tengah tekanan pandemi Covid-19. Pelaku menghadapi tantangan berat terutama terkait keamanan pengguna dan kelangsungan bisnis. 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi  menyatakan tidak boleh terlalu optimis dengan membuat prediksi terlalu dini atau langkah yang terlalu progresif yang mengakibatkan kondisi kurang menguntungkan. Contohnya situasi moda transportasi kereta api yang setiap pekan pihaknya selalu membahas okupansi yang dapat dizinkan di kereta rel listrik.

Menurut Direktur Utama PT Angkasa Pura I (persero) Faik Fahmi, penerbangan merupakan salah satu industri yang terkena dampak signifikan oleh pandemi Covid-19. Jika melihat statistik sampai dengan 19 Juli 2020, traffic kami turun sampai 55%. Kondidi terparah pada Mei 2020 ketika bandara angkasa pura I hanya melayani 75.000 penumpang. Angka itu jauh dibandingkan situasi normal yang mencapai 7,5 juta per bulan. Namun situasi membaik sampai Juli ini, rata-rata penerbangan sekitar 35% dari normal namun penumpang hanya 17%.

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia III (persero) U Saefudin Noer menyebutkan, kinerja operasional turun akibat pandemi antara lain tercermin dari pembatalan kunjungan  117 kapal pesiar sampai Juni 2020. Kunjungan kapal peti kemas luar negeri pun turun 15%, sementara penumpang turun 38%.

Akademisi ITS Surabaya, Saut Gurning mengatakan covid-19 menimbulkan disrupsi di aspek pasokan dan permintaan. Selain kolaborasi hal lain yang diperlukan adalah inovasi dan kelincahan agar usaha tetap berjalan. Pemerintah juga perlu promosi baik pariwisata maupun cargo sehingga ara pelaku angkutan darat, laut dan udara dapat mengambil manfaatnya.

Tags :
#Transportasi
Download Aplikasi Labirin :