;

Janji Investasi Jumbo untuk Ekonomi Nasional

Janji Investasi Jumbo untuk Ekonomi Nasional
Lawatan Presiden Prabowo Subianto ke berbagai negara menghasilkan komitmen investasi bernilai besar, mencapai total US$ 18,5 miliar (sekitar Rp 293,59 triliun). Komitmen tersebut didapat dari kunjungan ke China (US$ 10 miliar) dan Inggris (US$ 8,5 miliar). Investasi terbesar di Inggris berasal dari pengembangan Lapangan Gas Tangguh oleh BP senilai US$ 7 miliar, dengan sisanya dialokasikan untuk proyek transisi energi.

Presiden Prabowo menekankan bahwa pencapaian ini menunjukkan kepercayaan global terhadap stabilitas ekonomi dan politik Indonesia. Upaya untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan efisien disebut sebagai daya tarik utama bagi investor. Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menambahkan bahwa transisi pemerintahan yang damai turut meningkatkan kepercayaan investor, sehingga penting untuk menindaklanjuti komitmen ini melalui pertemuan lanjutan.

Namun, Bhima Yudhistira Adhinegara, Direktur Celios, mengingatkan bahwa komitmen investasi belum tentu langsung terealisasi. Proses transisi energi, misalnya, memerlukan persiapan teknis, mekanisme pendanaan, serta mitra lokal. Bhima menyarankan pembentukan satuan tugas lintas kementerian untuk memastikan regulasi, perizinan, insentif, dan penyediaan lahan mendukung realisasi investasi.

Kesuksesan lawatan ini dianggap sebagai awal positif bagi pemerintahan Prabowo dalam menarik perhatian investor global. Namun, tantangan utama adalah memastikan bahwa komitmen ini dapat diwujudkan menjadi investasi nyata yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional. Seperti yang dikatakan Prabowo, langkah ini penting untuk memperkuat kepercayaan internasional terhadap Indonesia sebagai tujuan investasi strategis.
Download Aplikasi Labirin :