Harga Pulih, Emiten Kembali Moncer
Prospek kinerja emiten sawit tetap menjanjikan, didukung oleh harga minyak sawit mentah (CPO) yang stabil dan kebijakan pemerintah, seperti penerapan program B40 pada awal 2025. Program ini, yang meningkatkan campuran biodiesel berbasis sawit hingga 40%, diharapkan dapat meningkatkan permintaan domestik dan mendorong harga CPO.
Arinda Izzaty, Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, menyebut program B40 dan rencana B50 pada 2026 akan menjadi katalis positif bagi emiten CPO. Emiten yang berfokus pada pasar domestik seperti PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dan PT London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) dinilai unggul. Ia menyarankan buy dengan target harga AALI Rp 7.380 dan LSIP Rp 1.330 per saham.
Arinda juga menyoroti tantangan sektor sawit, termasuk regulasi ketat lingkungan dari Uni Eropa, proteksionisme perdagangan dari Presiden AS Donald Trump, serta dampak suku bunga global. Namun, ia optimistis permintaan tinggi dari India, China, dan pasar domestik akan menjadi pendorong utama.
Yasmin Soulisa, Analis Ciptadana Sekuritas, juga melihat potensi kenaikan konsumsi sawit hingga 16 juta ton dengan penerapan B40. Ia mencatat harga rata-rata CPO global pada 2024 sekitar RM 4.041 per ton dan memproyeksikan harga stabil di RM 4.100 per ton pada 2025. Kenaikan permintaan menjelang Tahun Baru Cina dan Idul Fitri menjadi katalis tambahan bagi harga CPO.
Kombinasi dukungan kebijakan domestik, efisiensi operasional, serta tingginya permintaan domestik dan internasional menjadikan sektor sawit tetap menarik untuk investasi, meski ada tantangan global.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023