;

Pelemahan Rupiah Pangkas Laba Emiten

Ekonomi Hairul Rizal 25 Nov 2024 Kontan
Pelemahan Rupiah Pangkas Laba Emiten
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada 2024 berdampak signifikan pada kinerja emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hingga November 2024, rupiah melemah 2,61% sejak awal tahun, mendekati Rp 16.000 per dolar AS, sehingga memicu kerugian selisih kurs dan beban utang dalam dolar pada sejumlah perusahaan.

PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mencatat kerugian bersih sebesar Rp 421,83 miliar per September 2024, naik 137,83% secara tahunan. Penyebab utamanya adalah kenaikan beban usaha dan kerugian selisih kurs Rp 3,53 miliar, meskipun penjualan naik 1,94% menjadi Rp 7,86 triliun.

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menghadapi tekanan dari utang obligasi denominasi dolar AS sebesar Rp 41,62 triliun, setara 73,70% dari total liabilitas.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mencatat rugi selisih kurs sebesar US$ 891.400, namun tetap membukukan kenaikan laba 32,69% menjadi US$ 263,38 juta hingga September 2024. Corporate Secretary PGAS, Fajriyah Usman, menegaskan bahwa fluktuasi nilai tukar tidak signifikan memengaruhi operasional perusahaan.

Menurut Oktavianus Audi, Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Indonesia, emiten yang memiliki dominasi utang dalam dolar AS, seperti PT Modernland Realty Tbk (MDLN), dengan utang dolar AS Rp 104,34 miliar dan obligasi Rp 5,72 triliun, akan semakin tertekan akibat pelemahan rupiah.

Pelemahan nilai tukar rupiah menjadi tantangan besar bagi emiten dengan eksposur tinggi terhadap utang dan transaksi dalam dolar AS, meskipun beberapa perusahaan mampu mempertahankan kinerja laba mereka.
Tags :
#Nilai Tukar
Download Aplikasi Labirin :