;

Sektor Semen Hadapi Tekanan Berat

Ekonomi Hairul Rizal 26 Nov 2024 Kontan
Sektor Semen Hadapi Tekanan Berat
Industri semen di Indonesia menghadapi tantangan berat akibat kelebihan pasokan (oversupply) dan ketidakpastian kebijakan pemerintah. Christian Kartawijaya, Presiden Direktur PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), mengungkapkan bahwa kapasitas industri semen nasional mencapai 119-120 juta ton, sedangkan konsumsi hanya sekitar 65 juta ton. Akibatnya, utilisasi pabrik hanya mencapai 55%-60%, dengan 40%-45% pabrik berhenti beroperasi.

Meski demikian, INTP optimistis dapat mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 9% di akhir 2024, yang sebagian besar didorong oleh penggabungan Semen Grobogan dan Semen Bosowa Maros ke dalam laporan keuangan tahun ini. Namun, kenaikan tarif PPN menjadi 12% diperkirakan akan menurunkan daya beli masyarakat dan mengurangi permintaan semen.

Kinerja keuangan emiten semen lainnya juga tertekan. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mencatat penurunan pendapatan sebesar 4,93% secara tahunan (yoy) hingga kuartal III-2024, sementara laba bersihnya turun 58% menjadi Rp 719,72 miliar. Sementara itu, PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT) mengalami kerugian Rp 176,7 miliar pada periode yang sama.

Menurut Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, kinerja emiten semen ke depan sangat bergantung pada realisasi komitmen pemerintah dalam membangun infrastruktur. Ia merekomendasikan accumulative buy untuk SMGR dan INTP dengan target harga masing-masing Rp 4.850 dan Rp 7.950. William Wibowo, Equity Analyst Kanaka Hita Solvera, merekomendasikan buy on weakness untuk INTP dengan target harga Rp 7.100 per saham.
Download Aplikasi Labirin :