Saham Populer Tunggu Momentum Kenaikan
Saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) seperti BBRI, BBNI, BMRI, TLKM, ASII, dan SIDO mengalami kenaikan jumlah pemegang saham meskipun harga sahamnya turun sejak awal tahun. Daniel Agustinus, Direktur Kanaka Hita Solvera, menjelaskan bahwa investor cenderung membeli saham-saham fundamental kuat yang sedang mengalami penurunan harga, dengan harapan terjadi kenaikan di masa depan. Daniel merekomendasikan saham BBRI (target harga Rp 4.800), ASII (Rp 5.500), dan TLKM (Rp 3.200).
Hendra Wardhana, pendiri Stocknow.id, menambahkan bahwa saham populer seperti BBRI, TLKM, BBCA, dan GOTO menarik minat investor ritel karena likuiditas tinggi, kapitalisasi besar, dan rekam jejak dividen yang konsisten. Saham ini juga sering masuk indeks unggulan seperti LQ45 atau IDX30, sehingga menarik perhatian pasar.
Namun, jumlah pemegang saham yang besar tidak selalu mencerminkan kinerja positif. Nafan Aji Gusta Utama, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, menyebut fenomena "dead money," di mana investor bertahan meski saham tidak memberikan return yang menjanjikan, sering terjadi pada emiten seperti GOTO dan FREN yang belum mencapai titik profitabilitas.
Sebaliknya, saham dengan jumlah pemegang kecil seperti BREN dan PANI menunjukkan lonjakan harga signifikan meski memiliki risiko likuiditas yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor pada fundamental emiten dan aksi korporasi menjadi faktor utama yang menentukan pilihan investasi.
Tags :
#BursaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023