Sentimen Trump Masih Terus Telan Rupiah Hingga Mendekati Rp16.000
Nilai tukar rupiah kian melemah hingga mendekati Rp16.000 per dolar AS. Kondisi mata uang garuda tidak terlepas dari penguatan solar AS karena sedang mengalami sentiment positif pascakemenangan Donald Trump di pilpres AS. Bank Indonesia (BI) harus tetap berada di pasar untuk meredam dampak penguatan dolar AS ke stabilitas nilai tukar rupiah. Dengan kemenangan Trump pelaku pasar memprediksi sejumlah kebijakan Trumph, terutama yang terkait dengan penerapan tarif impor dan janji efisiensi anggaran pemerintah AS yang dramatis yang tentunya akan mengurangi defisit dan perkuat nilai tukar dolar AS. Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar rate (Jisdor) BI menunjukkan posisi nilai tukar rupiah adalah Rp15.911 per dolar AS pada Jumat (22/11/2024).
Angka ini jauh berada di atas
asumsi makro APBN yang sebenarnya Rp 15.000 per dolar AS. “Dalam kata lain,
rupiah berada dalam kondisi dinamis akibat kejadian penting di dunia, ada
kemungkinan menguat lagi nantinya. Jadi belum bias dikatakan nilai tukar Rupiah
memasuki titik keseimbangan baru; ini adalah gelombang, bukan permukaan air di
kala situasi tenang,” ucap Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin.
Bila mengacu pada pergerakan rupiah dalam satu tahun terakhir, pertengahan Juni
2024, bahkan rupiah pernah mencapai hampir Rp16.500 per dolar AS, sebelum
akhirnya mencapai Rp 15.000 per dolar AS pada akhir September 2024. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023