NPI Rawan Terguncang di Kuartal IV
Neraca Pembangunan Indonesia (NPI) rawan terguncang di kuartal IV-2024, seiring gejolak di pasar keuangan domestik akibat arus modal keluar (capital outflow) yang begitu masif. Ini tidak lepas dari kemenanagan Trump di Pilpres Amerika Serikat, Data RTI menyebutkan, dalam sebulan terakhir modal asing sebesar Rp 15 triliun keluar dari pasar saham. Kemarin, asing net sell lagi di saham senilai Rp 1,13 triliun. Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terus tertekan dalam sebulan terakhir, sehingga turun 7,6% ke level 7.140. Analis kini menyebut level support kuat indeks di level 7.000-an, dengan prospek masih menjanjikan, menyusul solidnya fundamental sekonomi nasional dan kinerja emiten papan atas. Di pasar global, imbal hasil (yield) SUN tenor 10 tahun sudah menyetuh 7% pada perdagangan kemarin, setelah menyentuh level terendah sepanjang 2024 pada 20 September sebesar 6,4%. Ini menandakan tekanan jual yang besar, sehingga harga turun dan yield naik. Guncangan di saham dan obligasi membuat rupiah terkapar. Kemarin, rupiah melemah 60 poin ke level Rp 15.930 pper dolar AS. (Yetede)
Tags :
#SahamPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023