Darurat Judi Daring: Aliran Dana Gelap Jadi Fokus Penyelidikan
Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah tegas untuk memberantas perjudian daring (online) yang telah menjadi masalah darurat. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Budi Gunawan, menjelaskan bahwa pemberantasan perjudian daring melibatkan tiga prioritas utama: penelusuran dana judi daring yang terkait dengan pencucian uang, pemblokiran situs judi daring, dan kampanye untuk meningkatkan kesadaran publik tentang bahaya judi daring.
Budi Gunawan mencatat adanya 8,8 juta masyarakat Indonesia yang terlibat dalam perjudian daring, dengan 80.000 di antaranya adalah anak-anak. Angka ini diperkirakan terus meningkat jika tidak ada upaya lebih lanjut. Perputaran uang dari judi daring di Indonesia pada tahun 2024 diperkirakan mencapai sekitar Rp900 triliun, yang menunjukkan besarnya dampak ekonomi dari kegiatan ilegal ini.
Selain itu, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan bahwa Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah memblokir lebih dari 104.000 situs judi daring dan mengajukan permohonan pemblokiran lebih dari 650 rekening bank yang diduga terkait dengan perjudian daring. Komdigi juga bekerja sama dengan platform teknologi besar seperti Google dan Meta untuk memblokir kata kunci terkait judi daring di internet.
Tindakan ini juga melibatkan penindakan hukum terhadap influencer yang mempromosikan situs judi daring. Kepala Bareskrim Polri, Komjen Wahyu Widada, mengungkapkan bahwa 85 influencer telah ditetapkan sebagai tersangka terkait promosi judi daring.
Secara keseluruhan, upaya pemberantasan judi daring ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menanggulangi dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan oleh perjudian ilegal di Indonesia, dengan melibatkan berbagai kementerian, lembaga, dan platform teknologi.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023