Suku Bunga BI Jadi Penentu Arah Bursa Saham
Pekan ini, perhatian pelaku pasar tertuju pada keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), yang diperkirakan akan tetap dipertahankan di level 6%. Pelaku pasar akan mencermati pernyataan BI mengenai prospek ekonomi dan strategi menghadapi risiko global yang dapat mempengaruhi arus modal asing. Sukarno Alatas, Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, menilai jika BI menurunkan suku bunga, pasar dapat merespons dengan dua skenario: bullish, jika penurunan dianggap mendorong pertumbuhan kredit, atau bearish, jika dikhawatirkan melemahkan nilai tukar rupiah.
Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, setuju bahwa pelemahan rupiah akan mendorong BI untuk menahan suku bunga guna menjaga stabilitas pasar. Sektor yang diperkirakan menarik jika suku bunga ditahan adalah finansial, konsumer non-cyclical, dan konsumer cyclical. Namun, jika terjadi pemangkasan suku bunga mendadak, sektor finansial, properti, dan otomotif akan lebih cenderung bergerak.
Pandhu Dewanto, analis Investindo Nusantara Sekuritas, mengingatkan potensi window dressing menjelang akhir tahun. Meredanya tekanan jual akibat capital outflow dapat mendorong arus beli, memberikan peluang bagi saham big caps yang telah terkoreksi untuk mencatatkan kenaikan. Secara keseluruhan, meskipun prospek jangka pendek lebih menarik, pelaku pasar cenderung berhati-hati menunggu keputusan BI terkait suku bunga.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023