;

Wajib Pajak Siapkan Diri untuk Sistem Baru

Wajib Pajak Siapkan Diri untuk Sistem Baru
Penerapan coretax system oleh Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) mulai 1 Januari 2025 diharapkan membawa revolusi dalam administrasi perpajakan. Sistem ini bertujuan untuk mempermudah pelaporan dan pembayaran pajak melalui platform digital yang terintegrasi. Salah satu fitur unggulan adalah prepopulated data, yang akan mencakup berbagai jenis pajak, seperti PPh Pasal 15, Pasal 22, Pasal 23, dan lainnya, sehingga pelaporan menjadi lebih efisien.

Dwi Astuti, Direktur Penyuluhan Ditjen Pajak, menyatakan bahwa coretax system akan mengotomatisasi data pelaporan pajak, mengurangi beban wajib pajak dalam mengisi data manual. Hal ini juga sejalan dengan arahan Suryo Utomo, Direktur Jenderal Pajak, yang menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan bagi wajib pajak, khususnya badan usaha, untuk mempersiapkan transisi ke sistem baru. Ditjen Pajak bahkan meminta seluruh kantor di Indonesia untuk aktif menjangkau dan memberikan pemahaman kepada wajib pajak.

Pemerintah juga mendukung implementasi coretax system dengan menerbitkan PMK Nomor 81/2024, yang berdampak pada 42 regulasi sebelumnya. Selain itu, Ariawan Rahmat, Direktur Eksekutif Indonesia Economic Fiscal Research Institute, mengingatkan pentingnya langkah persiapan seperti memadankan NIK dengan NPWP untuk mengakses layanan coretax dan menjaga keamanan akun.

Di sisi lain, penerapan coretax ini menuntut adaptasi dari wajib pajak terhadap ekosistem digital, termasuk penguasaan fitur seperti pembayaran terintegrasi dan unggah dokumen masif. Coretax system diharapkan meningkatkan kepatuhan pajak dan efisiensi, serta memperkuat transformasi digital dalam sistem perpajakan nasional.
Tags :
#Pajak
Download Aplikasi Labirin :