;

Potensi Pertumbuhan Emiten Jasa Tambang

Ekonomi Hairul Rizal 14 Nov 2024 Kontan
Potensi Pertumbuhan Emiten Jasa Tambang
Emiten kontraktor dan jasa pertambangan terus memperkuat posisi mereka dengan mengejar kontrak baru di sisa tahun 2024, didukung oleh tingginya permintaan global terhadap komoditas tambang, khususnya batubara. PT Petrosea Tbk (PTRO) berhasil menandatangani perjanjian jasa pertambangan senilai Rp 4,03 triliun dengan PT Niaga Jasa Dunia dan PT Bara Prima Mandiri, yang akan berlangsung hingga 2032. Langkah ini memperkuat strategi PTRO dalam meningkatkan portofolio kontraknya.

PT Samindo Resources Tbk (MYOH) mencatat lonjakan kinerja hingga September 2024, dengan pendapatan naik 42,95% YoY menjadi US$ 135,62 juta dan laba bersih melonjak 57,66% YoY menjadi US$ 18,21 juta. Akuisisi PT Transkon Jaya Tbk (TRJA) pada 2023 menjadi pendorong utama kinerja, selain efisiensi biaya operasional melalui optimalisasi peralatan dan peningkatan volume pemindahan lapisan penutup.

PT United Tractors Tbk (UNTR), melalui unit usaha PT Pamapersada Nusantara (PAMA), turut mencatat pertumbuhan solid. Pendapatan segmen kontraktor tambangnya naik 11,50% YoY menjadi Rp 43,6 triliun. Produksi batubara meningkat 17% menjadi 111 juta ton, sementara volume overburden naik 9% menjadi 921 juta bcm hingga kuartal III-2024. UNTR optimis mencapai target produksi 144 juta–145 juta ton batubara tahun ini.

Menurut analis Dinda Resty Angira dari Stocknow.id, outlook kinerja emiten jasa tambang tetap menarik mengingat permintaan domestik dan global terhadap jasa tambang terjaga. Ia merekomendasikan beli saham UNTR, PTRO, dan DOID dengan target harga masing-masing Rp 30.000–Rp 31.000, Rp 20.000–Rp 21.000, dan Rp 700–Rp 765.

Strategi ekspansi dan efisiensi operasional memperkuat daya saing emiten-emiten ini di tengah tingginya kebutuhan komoditas tambang.
Tags :
#Pertambangan
Download Aplikasi Labirin :