Infrastruktur tarik investasi
Investor datang ke kawasan industri di Jawa Tengah. Mereka tertarik berinvestasi di daerah yang menawarkan keunggulan, antara lain akses infrastruktur. Ketersediaan infrastruktur menjadi pertimbangan investor sebelum menempatkan investasi dan jadi poin yang diperhitungkan dalam daya saing suatu negara. Forum Ekonomi Dunia (WEF) dalam laporan Daya Saing 2019 menempatkan Indonesia di peringkat ke 50 dari 141 negara, merosot 5 peringkat dari tahun sebelumnya. Khusus untuk infrastruktur, daya saing Indonesia ada di posisi ke 72 dari 141 negara
Daya tarik infrastruktur di Jawa Tengah membuat tujuh perusahaan dari China, Jepang,dan Korea Selatan berencana membangun pabrik di kawasan industri Batang, mulai Juli ini. Lima di antaranya dari China, yaitu PT Meiloon Technology Indonesia, PT Sagami Indonesia, PT CDS Asia (Alpan), PT Kenda Rubber Indonesia, PT Panasonic Manufacturing Indonesia. Adapun dua perusahaan lain adalah PT Panasonic Manufacturing Indonesia dari Jepang dan PT LG Electronics Indonesia dari Korea Selatan. Investasi tujuh perusahaan itu senilai 850 juta dollar AS atau sekitar Rp 11,9 triliun dengan potensi penyerapan tenaga kerja sekitar 30.000 orang.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan dalam telekonferensi pers di Jakarta,Kamis (9/7/2020), kawasan industri seluas 4.000 hektar sengaja disiapkan pemerintah untuk menangkap peluang investasi dari relokasi pabrik di China dengan harga tanah yang sangat kompetitif hanya Rp 1 juta per meter. Bahlil menambahkan, ada 17 perusahaan lain yang berminat merelokasi pabrik dari China, dengan investasi 37 miliar dollar AS dan menyerap 112.000 tenaga kerja. Komitmen investasi sudah terealisasi sekitar 80 persen sehingga lisensi investasi ditargetkan selesai pada akhir 2020.Kawasan industri Batang juga menawarkan beberapa keunggulan, seperti upah buruh yang relatif rendah, akses kejalan tol hanya 500 meter, dekat dengan pelabuhan, dan di lintasi jalur kereta api. Berdasarkan data BKPM, realisasi penanaman modal asing pada Januari-Juni 2020 mencapai Rp 98 triliun. Secara terpisah, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengkonfirmasi perihal perusahaan asing mempertimbangkan relokasi bisnis dari China.
Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Panky Tri Febiansyah, menyampaikan, sebelum mencari sumber pembiayaan mesti dipahami jenis instrumen pembiayaan yang sesuai dengan iklim bisnis di bidang infrastruktur RI serta bentuk insentif yang mendukung penerapan instrumen tersebut.
Presiden Joko Widodo, Selasa (7/7), memimpin rapat terbatas percepatan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Trans Sumatera dan Jalan Tol Cisumdawu. Jalan Tol TransSumatera diharapkan dapat mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di Pulau Sumatera. Waktu tempuh diharapkan lebih efisien dan ada dampak berganda 2-3 kali lipat terhadap PDB. Kebutuhan investasi jalan tol Trans Sumatera sebesar Rp476 triliun dan masih ada kebutuhan tambahan pendanaan Rp 386 triliun sampai 2024. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, ruas Jalan Tol Trans Sumatera yang sudah beroperasi sepanjang 393 km, dalam tahap konstruksi 1.194 km dan dalam persiapan 1.291 km. Pada triwulan-I 2020, perekonomian Indonesia tumbuh 2,97 persen secara tahunan dengan Sumatera menyumbang 21,4 persen dengan pertumbuhan 3,25 persen.
Tags :
#InfrastrukturPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023