;

Tantangan Teknologi dan Disinformasi membayangi Media

Teknologi Yoga 14 Nov 2024 Kompas
Tantangan Teknologi
dan Disinformasi membayangi Media

Dampak teknologi terhadap media dan jurnalistik merupakan tantangan yang mesti dihadapi. Di sisi lain, media, bersama masyarakat, bertanggung jawab untuk mengatasi disinformasi dan misinformasi. Hal itu terungkap dalam diskusi ASEAN-Korea Media Forum bertema ”The Impact of Technology on Journalism, Response to Disinformation” yang diselenggarakan Korea Press Foundation (KPF) dalam rangkaian KPF Journalism Conference 2024 di Seoul, Korselea Selatan, Rabu (13/11). Diskusi yang dimoderatori Jaemin Jung, pengajar di College of Liberal Arts and Convergence Science, itu menghadirkan jurnalis di ASEAN dan Korsel sebagai panelis.

Wan Muhammad Aslah Wan Razali, wartawan agensi Berita Nasional Malaysia (Bernama), mengatakan, salah satu kesulitan yang ditimbulkan teknologi adalah kemampuan media untuk tetap terhubung dengan pembaca muda. ”Pembaca muda cenderung tak peduli dengan berita. Maka, kami berusaha menyampaikan berita secepat mungkin melalui media sosial. Bentuknya bisa artikel atau video,” ujarnya. Menurut Ng Soon Kiat, Associate News Editor SPH Media, dampak teknologi bagi media di SPH Media Singapura ditandai dengan transformasi dari cetak ke mobile first audience. Distribusi dari cetak menjadi orientasi platform media sosial. ”Kami membagi konten kami ke platform berbeda, misalnya di Tiktok, Facebook, dan Instagram. konten lebih singkat sehingga lebih mudah dimengerti,” katanya.

Transformasi tersebut, diakuinya, membuat koran terlihat ”tua”. Maka, perusahaan melakukan sejumlah langkah, di antaranya rebranding agar selaras dengan transformasi. Keoxomphou Sakdavong, Deputy Head of Business News Section, Vientiane Times, Laos, menyampaikan, perubahan akibat teknologi yang bergerak cepat membuat media berubah dari berorientasi cetak ke digital. Namun, hal itu memicu isu baru, yakni pendapatan iklan digital yang tidak setinggi iklan cetak. ”Masalah yang juga muncul, newsroom jadi sepi. Kami rapat di kantor satu kali dalam seminggu. Padahal, saat masih berorientasi cetak, kami rapat setiap hari,” ujarnya. Menurut Laporan Risiko Global 2024 yang dirilis Forum Ekonomi Dunia pada Januari 2024, misinformasi dan dis- informasi menempati posisi pertama dalam daftar risiko global. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :