INDONESIA-CHINA Menggarap Peluang Besar Industri Halal
Hubungan ekonomi Indonesia-China terjalin dalam berbagai sektor. Masih banyak peluang memperluas hubungan itu, termasuk pada pasar dan industri halal. Upaya perluasan antara lain lewat pameran dan pertemuan bisnis produk pangan di Jakarta, 11-15 November 2024. Lembaga Indonesia Tiongkok (LIT) menjadi tuan rumah forum yang dihadiri perwakilan 175 perusahaan RI-China itu. Ketua LIT sekaligus mantan Dubes RI di Beijing, Sudrajat, menyebut forum itu bagian dari pengenalan pasar halal di kedua negara. Dari Indonesia, dihadirkan pembicara yang membahas soal sertifikasi jaminan halal.
Selain itu, ada juga perwakilan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI. ”Tahun 2023, ekspor produk pangan Indonesia 46 miliar USD, mencakup 34 %i PDB Republik Indonesia. Peluang semakin besar untuk meningkatkan produksi dan ekspor pangan jika bekerja sama dengan China yang memiliki skala bisnis jauh lebih besar dari kita. Intinya adalah maju bersama demi masa depan kita yang merupakan dua negara besar di Asia Pasifik,” kata Sudrajat dalam seminar di pertemuan itu. Angka 46 miliar USD baru 2 % dari nilai pasar produk pangan halal dunia.
Padahal, Indonesia adalah negeri subur yang dapat melakukan produksi sepanjang tahun. Berbeda dengan negara-negara empat musim yang tak bisa menghasilkan pangan sepanjang tahun. Pertumbuhan pasar makanan halal terus melonjak. Nilainya 1,4 triliun USD pada 2017. Setelah itu naik berturut-turut pada 2018, 2019, dan 2020 menjadi 1,6 triliun USD, 1,7 triliun USD dan 1,9 triliun USD. Sudrajat mengingatkan, kehalalan produk menjadi hal utama bagi pasar Indonesia. Karena itu, pemahaman soal produk halal atau Qing Zhen dibahas secara khusus. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023