Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, Terseret Kasus Judol
MANTAN Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, terseret kasus judi online yang ditangani penyidik Kepolisian Daerah Metro Jaya. Namanya disebut-sebut setelah penyidik menetapkan sepuluh pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital sebagai tersangka. Mereka diduga melindungi seribu akun judi online agar tidak diblokir oleh pemerintah. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Ade Ary Syam Indradi mengatakan secara keseluruhan penyidik sudah menetapkan 18 tersangka. Namun dia belum menjelaskan identitas para tersangka berikut peran mereka masing-masing dalam kejahatan ini. Tersangka ditangkap di sejumlah lokasi dalam waktu yang berbeda-beda, mulai Jumat, 1 November 2024.
Terakhir, penyidik membekuk pria berinisial MN dan DM pada Sabtu, 9 November 2024, dan membawa mereka ke Jakarta, sehari kemudian. Anggota kepolisian berpakaian sipil menggeledah ruang kerja yang diduga menjadi kantor pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital yang terlibat judi online di Ruko Galaxy, Jaka Setia, Bekasi, Jawa Barat, 1 November 2024. ANTARA/Fakhri Hermansyah Kepala Sub-Direktorat Penerangan Masyarakat Humas Polda Metro Jaya Komisaris Bambang Askar Sodiq mengatakan dua tersangka yang baru ditangkap itu memiliki peran cukup vital. MN diketahui menjadi penghubung bandar judi dengan para tersangka, termasuk pegawai Kementerian Komdigi. Sedangkan DM menampung uang dari bandar judi.
Sejauh ini, kata Bambang, belum ditemukan indikasi tentang keterlibatan Budi Arie. “Pemeriksaan masih berjalan,” katanya. “Segala proses penyidikan tidak bisa berandai-andai, jadi sabar (menunggu hasil pemeriksaan).” Penegasan serupa disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Wira Satya Triputra. Dia mengatakan pemanggilan terhadap Budi Arie mungkin saja dilakukan bila memang diperlukan. “Tergantung hasil penyelidikan dan penyidikan,” ujarnya. “Nanti kami sampaikan ketika kami mendapatkan hasil.” Peneliti dari Institute for Security and Strategic Studies, Bambang Rukminto, justru mendorong kepolisian menggali keterangan dari Budi Arie. “Soal ada keterlibatan dia atau tidak, itu urusan nanti, tapi wajib diperiksa,” tuturnya. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023