Pemerintah Belum Merestui Permohonan Penundaan Proyek Smelter Freeport
Vice President Corporate Communication PT Freeport Indonesia, Riza Pratama Selasa (7/7) mengungkapkan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum memberikan restu kepada PT Freeport Indonesia atas permohonan penundaan pembangunan proyek fasilitas pemurnian dan pengolahan mineral (smelter) di Gresik, Jawa Timur. Direktur Utama PT Freeport Indonesia, Tony Wenas mengklaim, penyelesaian proyek smelter yang berlokasi di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur, ini sulit dilakukan sesuai jadwal. Hal itu lantaran proyek smelter terimbas pandemi korona (Covid-19). Selain terkendala di lapangan, pemasok peralatan utama penyokong proyek smelter ikut terdampak Covid-19. Kontraktor utama proyek smelter meliputi Chiyoda Corporation asal Jepang, kemudian penyedia teknologi smelter adalah Outotec asal Finlandia, serta konsultan yang berasal dari Kanada.
Meski proyek smelter terhambat, Riza menambahkan,kinerja operasional di tambang maupun ekspor konsentrat tembaga masih berjalan normal. Oleh karena itu, manajemen Freeport meyakini izin beserta kuota ekspor konsentrat tembaga tetap bisa digunakan hingga akhir masa berlaku di periode ini, yakni sampai Maret tahun depan dengan kuota sebanyak 1,07 juta ton konsentrat tembaga. Hingga Mei tahun ini, realisasi produksi konsentrat tembaga Freeport Indonesia mencapai 524.492 ton.
Tags :
#PertambanganPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023