Festival belanja Singles’ Day atau 11.11
Festival belanja Singles’ Day atau 11.11 menjadi periode promosi belanja daring di dunia sejak Alibaba menginisiasi peluncuran festival itu pada 11 November 2008. Principal Analyst Forrester (firma riset dan consulting berbasis di AS) Xiaofeng Wang dalam artikel di blog Forrester yang dikutip Kompas, Senin (11/11) menyebutkan tiga tren dalam Singles’ Day 2024. Tren pertama adalah promosi masih besar dan durasi promo dimulai lebih awal. Alibaba, JD.com, dan Pinduoduo mulai menyelenggarakan promosi pada 14 Oktober 2024. Alibaba memulai promosi senilai 142 juta USD, membebaskan biaya pengiriman untuk pesanan Taobao di Hong Kong, meningkatkan program keanggotaan berbayar di Taobao dan Tmall, dan mendistribusikan angpao di Taobao Live.
Sementara JD.com menyelenggarakan Super Days dengan penjualan kilat, pengiriman gratis, dan diskon eksklusif untuk anggota JD PLUS. Pinduoduo menawarkan harga yang dinamis dan diskon yang dipersonalisasi, memperluas penawaran kepada pelanggan internasional melalui layanan penjualan global lintas batasnya. Di Indonesia, Lazada menawarkan kampanye promo bertajuk ”11.11 Diskon Terbesar di Lazada” yang mencakup kupon bonus, jaminan harga terendah, dan gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia. Promo ini dimulai sehari sebelum Singles’ Day 2024 dimulai, yakni dari 10 November pukul 20.00 hingga berakhir pada 15 November 2024. Tren kedua adalah merek global premium terlibat dalam perang harga.
Di China, tempat awal perayaan promo Singles’ Day, Apple menawarkan diskon besar untuk produknya agar bisa bersaing dengan Huawei dan Xiaomi, mencakup kupon senilai 70 USD untuk semua model iPhone 16 dan subsidi tukar tambah hingga 154 USD sehingga total penghematan belanja menjadi 225 USD. Tren ketiga, platform lokapasar ramai-ramai memanfaatkan kecerdasan buatan generatif untuk meningkatkan kinerja penjualan pada Singles’ Day 2024. Perangkat pemasaran digital berbasis kecerdasan buatan milik Alibaba, yakni Quanzhantui, mendukung lebih dari 250.000 pedagang dan 1,3 juta produk sehingga mampu mengoptimalkan strategi penjualan dan menghasilkan peningkatan total transaksi sebesar 66 %.
Di Indonesia, penerapan kecerdasan buatan untuk meningkatkan pemasaran digital juga dilakukan sejumlah lokapasar. Lazada dengan fitur AI Lazzie, misalnya. Fitur yang didukung teknologi Alibaba ini membuat belanja daring lebih personal, interaktif, dan efisien dalam membantu pelanggan 24/7. Berdasarkan riset Kantar dan Lazada yang diumumkan Kamis (7/11), 54 % dari 1.001 responden Indonesia memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk mendapat rekomendasi belanja yang lebih personal, 53 % dari 1.001 responden Indonesia menilai penggunaan teknologi kecerdasan buatan di dalam lokapasar mempermudah proses belanja, dengan fitur yang paling digemari adalah robot percakapan. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023