Serangan Anggota TNI Artileri Medan-2 di Deli Serdang
Hingga Senin (11/11) masih ada delapan warga yang dirawat di RS Putri Hijau milik Kodam I Bukit Barisan. Dari penganiayaan itu, ada warga yang tangannya hampir putus, kepala sobek, punggung ditusuk, dan luka lebam di sekujur tubuh. ”Mereka sudah ditangani di RS. Semoga kondisinya bisa pulih kembali,” kata Bahrun, Kepala Desa Selamat, Kecamatan Sibiru-Biru, Senin. Bahrun mengatakan, di luar delapan korban yang masih dirawat, kondisi sebagian warga yang mengalami luka-luka sudah membaik. Ada pula warga yang sudah dibolehkan pulang dari RS. Sejumlah warga yang menjadi korban serangan itu mengaku tidak mengetahui alasan penyerangan. Beberapa warga menjadi korban saat kebetulan melintasi jalan desa pada hari kejadian, Jumat (8/11). Penyerangan perkampungan berawal dari kedatangan puluhan anggota Artileri Medan-2 ke Desa Selamat. Mereka membawa pisau, double stick, dan alat lainnya.
Situasi itu, dituturkan Sri Ulina Perangin-Angin (30), yang menjadi korban penganiayaan anggota TNI Batalyon Armed-2/KS. Jumat malam itu, ia melintasi jalan Desa Selamat dengan sepeda motor. Ia terkejut melihat segerombolan orang yang menyerang warga, sekitar pukul 22.30 WIB. ”Saat melintas, seorang tentara menendang sepeda motor saya dari samping hingga saya terpental ke parit. Sepeda motor saya juga masuk ke parit,” kata Sri. Ia langsung lari ke rumah seorang warga setelah melihat gerombolan anggota TNI mengamuk dan ada yang membawa senjata tajam. Raden Barus (60), warga lainnya, ditemukan tergeletak bersimbah darah di pinggir jalan. Kepalanya mengeluarkan darah. Wajahnya lebam. Di punggung sebelah kiri ada luka akibat benda tajam. Setelah serangan itu, suasana desa mencekam.
Warga marah dan berduka atas meninggalnya Raden, tokoh masyarakat setempat. Warga sempat membawa jenazah Raden ke depan markas Armed-2 sebagai bentuk protes. Warga tidak tahu pasti penyebab tentara menyerang kampung mereka. Ada informasi, ada tentara cekcok dengan warga saat melintas di jalan dengan sepeda motor, berujung pengejaran warga dan penyerangan ke Desa Selamat. Panglima Kodam I Bukit Barisan, Letjen Mohamad Hasan datang ke markas Armed-2 dan menemui warga. Hasan meminta maaf secara langsung kepada warga, khususnya ke keluarga korban. Dia menjamin anggotanya tidak akan melakukan serangan lagi kepada warga. Hasan berjanji akan memproses hukum semua anggota Armed-2 yang terlibat dalam peristiwa penyerangan itu. Data sementara, ada 33 anggota TNI yang terlibat penyerangan. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023