Persaingan Ketat Emiten Farmasi Tingkatkan Kinerja
Mayoritas emiten farmasi mencatatkan kinerja positif selama sembilan bulan pertama tahun 2024, dengan pertumbuhan laba bersih hingga dua digit. PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) mencatatkan kenaikan laba tertinggi sebesar 47,65% secara tahunan, sementara emiten farmasi lain seperti PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) juga mengalami peningkatan signifikan. Sebaliknya, emiten farmasi BUMN masih tertekan akibat beban utang yang tinggi.
Hendra Wardana, Founder Stocknow.id, mengungkapkan bahwa peningkatan permintaan produk kesehatan pasca pandemi, inovasi produk baru, dan ekspansi distribusi menjadi pendorong utama kinerja positif emiten farmasi. Selain itu, efisiensi operasional juga menjadi faktor penting, khususnya pada emiten seperti SIDO dan DVLA yang fokus pada peningkatan margin keuntungan.
Abdul Azis Setyo Wibowo, Researcher Kiwoom Sekuritas, menambahkan bahwa pertumbuhan volume penjualan menjadi motor utama laba bersih emiten farmasi. Ia juga mencatat bahwa meskipun fluktuasi rupiah dapat memengaruhi beban operasional, volume penjualan produk farmasi diperkirakan tetap tumbuh, terutama menjelang musim hujan dan libur akhir tahun.
Hendra dan Azis sama-sama melihat potensi positif dari stimulus pemerintah terhadap sektor kesehatan, yang dapat memberikan dukungan jangka panjang bagi emiten farmasi. Dalam hal investasi, Hendra merekomendasikan buy untuk KLBF dan TSPC, dengan target harga masing-masing Rp 1.770 dan Rp 2.850, serta buy on weakness untuk SIDO di Rp 520 dengan target Rp 625. Sementara itu, Azis merekomendasikan trading buy untuk TSPC dengan target harga Rp 2.760–Rp 2.770 per saham.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023