;

Menteri BUMN menegaskan akan terus memperbaiki tata kelola BUMN

09 Nov 2024 Kompas
Menteri BUMN  menegaskan akan terus memperbaiki tata kelola BUMN

Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan akan terus memperbaiki tata kelola perusahaan pelat merah. Kementerian BUMN siap bekerja sama dengan Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus dalam rangka meningkatkan efisiensi. ”Tentu ada yang harus terus kita perbaiki. Program bersih-bersih BUMN sudah berjalan. Di awal, kita tahu banyak kasus yang waktu itu, ada Asabri, ada Jiwasraya, ada Garuda. Sekarang sama, di proyek kedua, program bersih-bersih BUMN itu harus terus dijalankan,” kata Erick dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (8/11). Menurut Erick, peran BUMN tak cukup hanya melaksanakan program-program ekomi pemerintah.

Sebagaimana disampaikan Presiden RI, program-program tersebut harus dilaksanakan secara efisien dengan meminimalkan kebocoran anggaran, yang selama ini ditengarai mencapai 30 %. Artinya, BUMN harus terus berbenah agar dapat berjalan seefisien mungkin. Dalam beberapa tahun terakhir, langkah efisiensi ditempuh Kementerian BUMN, salah satunya memangkas jumlah perusahaan inti BUMN, dari sebelumnya berjumlah 114 perseroan menjadi 47 perseroan. Dari 47 BUMN yang ada, 40 perusahaan kini tergolong dalam kondisi sehat, sedangkan 7 masih butuh perbaikan.

Tujuh BUMN yang punya kondisi keuangan merah adalah PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, PT Bio Farma (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Selain itu, ada pula Jiwasraya, Perum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas), dan Perum Percetakan Negara publik Indonesia (PNRI). Penyebab utama sejumlah BUMN merugi dalam jangka waktu lama adalah beban penugasan pemerintah yang tidak sesuai dengan kapasitas fiskal setiap perusahaan. Sebab itu, perbaikan tata kelola ke depan bukan pada BUMN, melainkan tata kelola penugasan pemerintah untuk BUMN (Kompas.id, 7/11/2024). (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :