Ketergantungan terhadap produk kesehatan impor harus ditekan
Ketergantungan Indonesia terhadap produk kesehatan impor mesti ditekan demi mewujudkan ketahanan nasional di sektor kesehatan. Untuk itu, pemerintah mendorong agar tingkat kandungan dalam negeri pada produk kesehatan mencapai 50 %. Menkes Budi Gunadi Sadikin saat membuka acara Health Innovation Festival atau HAi Fest di Jakarta, Jumat (8/11) mengatakan, pembangunan industri kesehatan, industri farmasi, dan alat kesehatan terus didorong di dalam negeri. Hal itu dibutuhkan untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan pada sistem kesehatan di Indonesia.
”Saat pandemi terjadi lockdown (penutupan wilayah) sehingga pasokan alat kesehatan dan obat-obatan jadi amat terbatas. Kondisi itu membuat pemerintah bertekad membangun sistem kesehatan Indonesia yang resilien, aman, dan bertahan kalau ada pandemi lagi,” tuturnya. Pemerintah mendorong pihak-pihak meningkatkan investasi pada sektor kesehatan di Indonesia. Diperkirakan nilai belanja kesehatan pada masyarakat Indonesia meningkat 2,5 kali lipat pada 5-15 tahun mendatang. Dengan kondisi demografi Indonesia lebih banyak penduduk usia tua, belanja kesehatan di masyarakat akan meningkat.
Pemerintah menyiapkan cara mempercepat terwujudnya ketahanan sistem kesehatan dalam negeri. Perizinan produksi alat kesehatan dan produk farmasi dipermudah. Selain itu, kerja sama terbuka industri dalam negeri dan asing untuk memproduksi produk kesehatan di Indonesia. ”Pemerintah pasti akan membeli barang yang diproduksi di dalam negeri tersebut. Jaminan itu dilakukan dengan mengoptimalkan TKDN (tingkat komponen dalam negeri) pada produk kesehatan yang masuk di e-catalog,” ujarnya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023