Asing Lepas Saham, Lanskap Blue Chip Berubah
Euforia pasar terhadap pemerintahan baru Prabowo Subianto mulai memudar, yang terlihat dari penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selama lima hari berturut-turut, IHSG melemah, dengan penurunan terakhir 0,37% pada level 7.606,60. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terkait intervensi Prabowo dalam kasus pailit Sritex, yang menimbulkan kekhawatiran moral hazard.
Beberapa saham besar (big cap) seperti DSSA, BBRI, BBCA, ASII, TPIA, dan TLKM mengalami penurunan, menyebabkan rotasi dalam jajaran top 10 kapitalisasi pasar. Saham BBRI, misalnya, tersingkir dari posisi tiga besar, digantikan oleh saham TPIA. Perubahan ini mencerminkan pergerakan dan konsolidasi saham big cap, yang menurut Agung Ramadoni dari Berdikari Manajemen Investasi, tidak selalu berkaitan dengan performa fundamental emiten.
Dimas Krisna Ramadhani dari Indo Premier Sekuritas menambahkan bahwa rotasi dalam kapitalisasi pasar disebabkan oleh aksi korporasi dan sentimen yang memengaruhi emiten. Oktavianus Audi dari Kiwoom Sekuritas menyatakan bahwa saham big cap sangat sensitif terhadap aliran dana asing, yang saat ini masih menunggu arah kebijakan pemerintahan baru serta kebijakan suku bunga The Fed. Jika pemangkasan suku bunga Fed terjadi, potensi masuknya dana asing ke saham big cap dapat meningkat.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023