Daya Beli Kelas Menengah Melemah, Belanja Tertekan
Kelas menengah mengalami penurunan daya beli, dipicu oleh tiga faktor utama: kenaikan harga kebutuhan pokok, mahalnya biaya pendidikan dan kesehatan, serta stagnasi pendapatan. Managing Partner Inventure, Yuswohady, menekankan pentingnya bagi pelaku usaha di sektor properti dan otomotif untuk berhati-hati, mengingat banyak konsumen yang terpaksa memangkas pengeluaran besar, seperti renovasi rumah dan pembelian barang mewah.
Meskipun terjadi penurunan daya beli, CEO Martha Tilaar Group, Kilala Tilaar, menyatakan bahwa industri kosmetik, terutama produk skincare, masih mengalami pertumbuhan positif. Namun, dia mengakui adanya sinyal pelemahan pada kuartal III/2024. Peneliti dari LPEM UI, Jahen Fachrul Rezki, menambahkan bahwa penurunan daya beli bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi sektor-sektor tersebut. Dia mengindikasikan bahwa faktor lain, seperti suku bunga, juga berperan penting.
Retail & Consumer Strategist, Yongky Susilo, berpendapat bahwa sektor konstruksi, skincare, dan barang elektronik masih memiliki prospek yang baik, terutama dengan kebijakan pemerintah baru di bawah Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada pembangunan perumahan. Secara keseluruhan, meskipun ada tantangan, terdapat harapan bahwa pasar akan tetap berkembang dengan konsumen yang terus mengikuti gaya hidup dan kebutuhan mereka.
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023