;

Membangun Kesejahteraan dengan Tulang Ikan

Ekonomi Yoga 28 Oct 2024 Kompas
Membangun Kesejahteraan dengan Tulang Ikan

Setahun terakhir, sejumlah ibu rumah tangga di Dusun Srinanti, Banyuasin, Sumsel, tidak lagi semata sibuk mengurus rumah. Sejak diberi pengetahuan baru oleh Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas PGRI Palembang yang didukung Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit (RU) III Plaju, ibu-ibu di sana mengolah tulang ikan patin dan lele menjadi kemplang khas Palembang. Windi Larasati (32) saat ditemui, Jumat (18/10) mengatakan, tulang ikan patin atau lele bisa diolah menjadi bahan baku kemplang yang merupakan penganan khas yang sangat digemari masyarakat Palembang. Caranya, tulang dipresto supaya lunak.

Setelah itu, dihaluskan sehingga menjadi tepung, lalu diolah dengan tepung tapioka, tepung beras, dan bumbu dasar sebagaimana bahan baku kemplang umumnya. Selanjutnya, semua bahan dibuat menjadi pempek lenjer bulat memanjang. Bahan lenjeran itu diiris tipis-tipis sebelum dikeringkan di bawah terik matahari, hingga kandungan airnya berkurang drastis. Kemudian digoreng sampai mengembang dan kemplang siap disajikan. Cita rasa ikan dominan dalam setiap gigitan kemplang. Teksturnya renyah atau mudah dikunyah. Kalau tidak tahu bahan baku aslinya, siapa pun pasti mengira itu kemplang biasa yang terbuat dari daging ikan.

Windi dan 12 ibu lainnya yang tergabung dalam kelompok UMKM Jasmine Suger memberi merek kemplang itu ”Kerupuk Pale, Ikan Patin dan Lele”. Bahan pembuatan tergantung ketersediaan tulang ikan, antara patin atau lele. Mereka membuat dua kemasan, yakni kemasan premium 50 gram seharga Rp 15.000 per bungkus dan kemasan biasa dengan berat bersih sama seharga Rp 10.000 per bungkus. Kemplang tulang ikan mendapat respons positif dari sejumlah pihak, terutama para pegawai Pertamina RU III Plaju yang membelinya untuk camilan hari-hari, mengisi kantin kantor, oleh-oleh tetamu, hingga dibawa ke pameran UMKM di Sumsel dan luar Sumsel. Semua kemplang itu nyaris selalu habis sehingga memberi pemasukan Rp 1 juta per orang per bulan. (Yoga)


Tags :
#Ekonomi #UMKM
Download Aplikasi Labirin :