;

KTT BRICS dan Ambisi Dedolarisasi

Ekonomi Yoga 26 Oct 2024 Kompas
KTT BRICS dan Ambisi Dedolarisasi

KTT BRICS 2024 di Kazan, Rusia, menegaskan kembali tekad kuat BRICS meninggalkan penggunaan dollar AS dalam transaksi mereka. Negara-negara BRICS sepakat menggunakan mata uang lokal dalam transaksi keuangan di antara mereka dan dengan mitra dagang. Ambisi BRICS ini seiring kian menguatnya wacana mata uang tunggal dan sistem pembayaran internasional alternatif sebagai tandingan terhadap sistem yang ada. Dalam Deklarasi Kazan yang diluncurkan pada KTT yang dihadiri 36 negara ini tidak disebut tahapan dan target definitive kapan BRICS akan sepenuhnya meninggalkan dollar AS. Namun, dengan kekuatan ekonomi masif (37 % dari ekonomi global) yang dimiliki aliansi ini, dan keanggotaan BRICS yang kian membesar, manuver ini dipastikan akan kian mengancam dominasi dollar AS dalam transaksi global.

Hegemoni dollar AS, tecermin dari porsi dollar AS dalam cadangan devisa global, kian tergerus seiring perubahan geopolitik dan geostrategis global. Fenomena dedolarisasi kian mendapatkan momentumnya dengan dunia yang terpecah dalam blok-blok perdagangan menyusul invasi Rusia ke Ukraina dan meningkatnya tensi AS-China. Dalam 15 tahun terakhir, BRICS konsisten menunjukkan komitmen mereformasi sistem keuangan global berbasis dollar AS yang dianggap memicu kerentanan fundamental makroekonomi banyak negara berkembang. Komitmen itu menguat dipicu sanksi AS terhadap Rusia pasca-invasi ke Ukraina. Penggunaan SWIFT dan dollar AS sebagai instrumen sanksi atau senjata politik oleh AS ini mendorong banyak negara yang khawatir mereka bisa menjadi sasaran AS berikutnya bergegas melakukan diversifikasi mata uang dan mengembangkan metode pembayaran alternatif.

Euro dan yuan menjadi mata uang yang kian banyak digunakan. Uni Eropa (UE) sudah dua dekade memprioritaskan penggunaan euro dalam transaksi sesama anggota UE. Putin mengatakan, hampir 95 % perdagangan Rusia-China kini menggunakan rubel dan yuan. Negara produsen utama migas dunia, dimotori Rusia, Iran, Arab Saudi, dan negara lain, memelopori penggunaan valuta non-dollar AS dalam perdagangan migas, salah satu komoditas utama penopang lalu lintas transaksi dollar AS dengan Asia dan Afrika. Negara-negara Timur Tengah juga menjajaki penggunaan yuan saat berdagang dengan China. ASEAN tak ketinggalan. Dalam KTT Mei 2023, ASEAN sepakat memprioritaskan penggunaan mata uang lokal dan sistem pembayaran kawasan guna transaksi internal ASEAN. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :