BRICS Tinggalkan Dollar AS Sebagai Alat Transaksi
Konferensi Tingkat Tinggi BRICS 2024 di Rusia semakin menunjukkan ambisi meninggalkan dollar AS. Kehadiran Menteri Luar Negeri RI Sugiono di KTT tersebut menandakan kehendak Indonesia dalam upaya itu. KTT di Kazan pada 22-24 Oktober 2024 itu menyepakati Deklarasi Kazan. ”Kami menugasi para menteri keuangan dan gubernur bank sentral untuk terus mempertimbangkan penerbitan mata uang lokal, perangkat pembayaran dan pembayaran,” demikian tercantum di poin 65 dalam deklarasi tersebut. Ada 134 poin dalam deklarasi itu. Selain soal sistem pembayaran lintas negara, dibahas pula isu geopolitik. Sebanyak 36 negara hadir dalam KTT di Kazan itu. Selain India dan China, ada pula Indonesia di daftar delegasi. Rusia sebagai tuan rumah mengundang Indonesia ke KTT itu. Sejak 2023, Indonesia disebut sebagai salah satu calon anggota potensial BRICS.
Walakin, sampai sekarang Indonesia belum kunjung menjadi anggota organisasi itu. Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut, Washington menggunakan dollar AS sebagai senjata. ”Bukan kami yang menolak menggunakan dollar AS. Namun, jika mereka tidak mengizinkan kami memakai (dollarAS), apa yang dapat kami lakukan? Kami terpaksa mencari alternatif,” katanya. Orang dan aneka badan usaha Rusia serta sejumlah negara lain dilarang mengakses sistem kliring dollar AS. Larangan itu berarti orang dan badan usaha Rusia serta sejumlah negara tidak bisa bertransaksi dalam dollar AS. AS dan sekutunya juga melarang Rusia dan sejumlah negara mengakses SWIFT. Sistem itu merupakan kanal pemrosesan transaksi pengiriman uang lintas bank dan lintas negara. AS dan sekutunya mengendalikan SWIFT.
Selain itu, AS dan sekutunya juga menyita aneka rekening dan aset dalam dollar AS. Aneka aset itu, antara lain, dimiliki orang dan badan usaha Rusia serta sejumlah negara lain. Ada aset bernilai ratusan miliar dollar AS milik or sekutunya. Larangan penggunaan dollar AS menjadi salah satu bentuk sanksi andalan AS kepada negara lain. Data penerima sanksi diperbarui berkala oleh Departemen Keuangan AS. Metode alternatif Banyak negara mendukung gagasan pembentukan sistem pengolah transaksi selain SWIFTdantidak menggunakan dollar AS. Sebab, tidak cuma Rusia yang jadi sasaran sanksi. Perdana Menteri India Narendra Modi menyambut setiap upaya mengintegrasikan keuangan anggota BRICS. Sementara Presiden China Xi Jinping mendorong peningkatan kerja sama ekonomi dan keuangan sesama anggota BRICS. (Yoga)
Tags :
#InternasionalPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023