;

Legitimasi Gelar Bahlil Menuai Pujian

Legitimasi Gelar Bahlil Menuai Pujian
DI  tengah banyaknya sorotan masyarakat terhadap kelulusan Bahlil Lahadalia dari salah satu program doktor di Universitas Indonesia (UI), salah satu kolega penulis di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI memberikan pujian kepada Bahlil. Dosen tersebut menganggap Bahlil sebagai sosok yang istimewa karena mampu menyelesaikan pendidikan strata 3 (S-3) di Sekolah Kajian Global dan Strategis (SKGS) UI dalam waktu empat semester atau sekitar 20 bulan. Mengutip salah satu buku teks Makroekonomi karya David Romer (2006), kolega ini berpendapat bahwa Bahlil merupakan bagian dari “talented individuals” yang dapat berperan strategis bagi pertumbuhan ekonomi negara kita.

Dengan mengacu ke temuan dalam studi-studi sebelumnya, Romer menjelaskan bahwa para individu bertalenta ini bekerja berdasarkan kehadiran insentif ekonomi dan situasi sosial yang ada. Mengutip Baumol (1990), Romer menyatakan ada risiko bahwa para individu paling bertalenta justru menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat. Karena ada kesempatan, alih-alih menghasilkan sumber daya baru yang bermanfaat bagi perekonomian, mereka melakukan perburuan rente, yaitu meraup sumber daya yang ada demi kepentingan pribadi.

Mengacu ke studi Murphy, Shleifer, dan Vishny, Romer juga mengungkapkan bahwa apa yang akan dilakukan oleh para individu bertalenta itu ditentukan oleh kondisi sosial yang ada. Jika perburuan rente tidak dapat dicegah secara efektif melalui regulasi yang ada, mereka dapat terdorong untuk melakukannya. Rasanya masih terlalu dini untuk mengatakan apakah Bahlil memang seorang individu bertalenta yang banyak dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi atau sekadar seseorang yang cerdik dalam memanfaatkan peluang. (Yetede)


Download Aplikasi Labirin :