Kekhawatiran pada Kinerja Investasi
Melalui Menteri Investasi Rosan Roeslani, menghadapi tantangan dalam mengakselerasi kinerja investasi, terutama di sektor manufaktur yang mengalami kontraksi. Meskipun realisasi investasi langsung pada kuartal III/2024 tercatat tumbuh 15,24% dibandingkan tahun lalu, pertumbuhan ini lebih lambat dibandingkan kuartal sebelumnya, terutama pada penanaman modal dalam negeri.
Rosan menyatakan bahwa pertumbuhan tersebut tetap menunjukkan ketangguhan di tengah tantangan, didorong oleh sektor penghiliran, yang memanfaatkan potensi bahan baku seperti nikel dan bauksit. Sementara itu, Sekjen HIPMI Anggawira mencatat bahwa investor mulai beralih ke sektor non-manufaktur seperti infrastruktur dan energi terbarukan yang lebih stabil.
Namun, ada keprihatinan bahwa perlambatan di sektor manufaktur dapat mengurangi daya tarik investasi dalam jangka panjang. Untuk mencapai target investasi langsung yang ambisius pada 2025, beberapa langkah strategis perlu diambil, termasuk diversifikasi sektor dan perbaikan regulasi serta perizinan.
Tags :
#Investasi lainnyaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023