Musisi Tarling Dangdut Dipantura Mengejar Royalti
Setiap akhir bulan, tanggal 20 hingga 25, Solihin (25) selalu semringah. Hari-hariitu jadwalnya terima ”gaji” sebagai pencipta lagu tarling dangdut yang menikmati royalti per bulan. ”Sekarang saya rata-rata dapat Rp 2 jutaan per bulan dari royalti,” ucapnya kepada Kompas di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Jumat (11/10/2024) sore. Gawai seharga jutaan rupiah di tangannya juga hasil dari royalti. Begitu pun dengan gawai istrinya yang katanya lebih mahal. Ia bisa memberi makan anak dan istrinya dari royalti lagu ciptaannya. Pendapatannya pun mendekati upah minimum Indramayu, yang sekitar Rp 2,6 juta sebulan. Solihin tinggal di Desa Sukemelang, Kecamatan Kroya, sekitar 43 kilometer dari pusat pemerintahan Indramayu.
Gemar dengan tarling khas pantura Indramayu-Cirebon, ia mulai menciptakan lagu ketika berusia 19 tahun. Karya perdananya pada 2019 berjudul ”Demen Wik-wik”, terinspirasi dari musik Thailand. Saat itu, ia menawarkan lagunya kepada seorang penyanyi di Indramayu via media sosial. Lagunya terjual ratusan ribu rupiah dan mendapat sambutan positif. Solihin pun semangat membuat lagu lagi dan memakai nama ”panggung” Lee Hien. ”Memang kayak (nama) Korea. Kan, saya tinggal di Kroya, mirip Korea,” ucapnya diiringi tawa. Tahun 2022, karyanya berjudul ”Terlalu Sayang” meledak lagi, ditonton belasan juta kali. ”Banyak yang nelepon, minta izin untuk cover lagu itu dan minta nominal (pembayaran),” ucap Solihin. Bahkan, pelawak sekaligus penyanyi Sule ikut mereproduksi lagu itu.
Biayanya turut menambah tabungan menikah. Di tengah viralnya lagu ciptaannya, Solihin diajak oleh Fajar Andianto, suami artis tarling Diana Sastra, untuk mendaftarkan karyanya ke penerbit (publisher).Awalnya, ia ragu dengan hal itu. ”Tapi, Pak Fajar meyakinkan supaya saya ada penghasilan dari royalti nantinya,” ujarnya. Bersama Fajar, ia ke Mahar Pustaka Nusantara, perusahaan penerbit di Tangerang Selatan. Setelah mendaftarkan 11 lagunya, ia menandatangani kontrak dengan penerbit. Atas kerja sama itu, penerbit akan mengumpulkan royalti dari akun atau pihak yang memakai lagu ciptaannya. Setelah itu, Solihin mendapatkan 70 persen dari royalti. Sisanya untuk penerbit. ”Dapatnya per bulan. Bahkan, saya pernah dapat Rp 11 juta dalam sebulan,” katanya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023