Dunia Usaha Menggantungkan Harapan
Kondisi ekonomi menjelang masa transisi pemerintahan dibayangi ketidakpastian yang cukup tinggi.
Dunia usaha menggantungkan harapan yang tinggi kepada pemerintahan mendatang untuk lebih serius menyikapi gejala perlambatan ekonomi yang mulai terjadi. Memasuki triwulan IV-2024, kondisi perekonomian Indonesia mengalami tekanan yang tidak biasa. Tercatat sejak Mei 2024, telah terjadi penurunan harga barang dan jasa atau deflasi. Baik dilihat dari sisi permintaan maupun penawaran, deflasi yang terjadi dalam lima
bulan beruntun menjadi indikasi adanya stagnasi ekonomi di Tanah Air. Dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga tumbuh di bawah level 5 persen selama tiga triwulan berturut-turut sejak triwulan III tahun 2023 sampai triwulan II tahun 2024.
Terjadinya pelemahan daya beli juga dapat dilihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS). Data BPS menunjukkan bahwa jumlah kelas menengah di Indonesia turun dari 57,33 juta orang pada 2019 menjadi 47,85 juta orang pada 2024. Adapun dari sisi pasokan, data ekonominya juga menunjukkan tekanan, yaitu dari data Purchase Managers’ Index (PMI), yang menjadi gambaran kondisi bisnis di sektor produksi barang. Sejak April 2024,
PMI terus mengalami penurunan, dan bahkan sejak Juli 2024 mengalami kontraksi, yaitu indikator PMI yang turun di bawah 50. Direktur Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Danan Girindrawardana mengatakan, perlambatan pada indikator ekonomi utama itu semakin menekan dunia usaha di tengah kondisi ekonomi global yang sudah tidak pasti.
”Dunia usaha saat ini, terutama di sektor padat karya, sedang mengalami kebimbangan. Bingung antara keputusan mau ekspansi bisnis, mempertahankan bisnis, atau berjalanstagnansaja,” kata Danang saat dihubungi dari Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (10/10/2024). Ia bisa memaklumi iklim politik pasti menghangat di masa transisi, tetapi ia berharap pemerintah tidak mengabaikan masalah ekonomi. Ke depan, pemerintahanPrabowo juga diharapkan bisa kembali mengerek kondisi ekonomi ang kini melambat. ”Pak Prabowo harus tampil sebagai leader di sektor ekonomi. Perbaiki regulasi, dieva luasi komprehensif dan kesampingkan kepentingan parsial. Sebab, kalau tidak, ekonomi kita akan begini-begini saja,” ujarnya. (Yoga)
Tags :
#Pengusaha domestikPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023