MAPB Ekspansi untuk Perbaikan Kinerja
PT MAP Boga Adiperkasa Tbk. (MAPB), emiten ritel makanan dan minuman merek internasional mengalami penurunan kinerja keuangan yang cukup dalam pada semester I-2024. Merujuk laporan keuangan keuangan, MAPB membukukan kerugian sebesar Rp 50,11 miliar pada periode Januari-Juni 2024. Kinerja itu kontras dengan laba Rp 52,64 miliar yang dicatat pada periode sama di tahun sebelumnya. Adapun, pendapatan menurun sebesar 18,68% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 1,62 triliun di semester I-2024, dari sebelumnya Rp 1,99 triliun semester I-2023. Anjloknya pendapatan ini menjadi salah satu faktor utama kerugian tersebut. Meski diterpa tantangan, Direktur Utama MAPB Anthony Valentine McEvoy mengungkapkan, perusahaan telah menyusun strategi untuk mengatasi kondisi tersebut dengan berfokus pada pemulihan dan pertumbuhan kinerja di sisa tahun 2024. "Stabilitas adalah kunci bagi seluruh tim di MAP Boga. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap gerai yang sudah ada beroperasi dengan optimal, sambil mempersiapkan rencana ekspansi strategis," kata Anthony kepada KONTAN, Selasa (1/10).
Beberapa gerai baru yang telah dibuka tahun ini antara lain gerai Starbucks dan Subway di Bali, serta rencana pembukaan gerai di Jakarta dan kota-kota lainnya di Indonesia.
Hingga saat ini, MAPB mengoperasikan 834 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia. Perinciannya, 607 gerai Starbucks, 104 gerai Subway, dan sisanya gerai
brand
lain, seperti Krispy Kreme, Genki Sushi, Paul, Cold Stone, dan Gondiva.
Di paruh kedua ini, MAPB tetap melihat potensi besar di pasar Indonesia, serta berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan layanan dengan membuka lebih banyak gerai di berbagai lokasi.
Menurutnya, PT Sari Coffee Indonesia selaku perusahaan pengelola gerai Starbucks di Indonesia sepenuhnya berfokus pada pasar di Indonesia.
Meskipun tidak memberikan proyeksi pertumbuhan yang spesifik, MAPB menargetkan penjualan dan stabilitas operasional di seluruh portofolio bisnisnya mulai stabil di akhir tahun ini.
Tags :
#KorporasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023