;

Daya Beli Lemah, Emiten Manufaktur Terpuruk

Ekonomi Hairul Rizal 02 Oct 2024 Kontan
Daya Beli Lemah, Emiten Manufaktur Terpuruk

Performa manufaktur Indonesia masih berada di zona kontraksi di tengah tren deflasi. Per September 2024, Purchasing Manager Index (PMI) Manufaktur Indonesia masih berada di bawah level 50, tepatnya di 49,2. Secara bulanan, terjadi peningkatan dari 48,9 pada bulan Agustus. Tapi, PMI Manufaktur Indonesia masih terjebak di zona merah atau kontraksi selama tiga bulan berturut-turut. Sementara itu, Indonesia kembali mencatat deflasi pada September 2024 sebesar 0,12% dibandingkan bulan sebelumnya. Deflasi ini telah terjadi selama lima bulan beruntun. Pengamat & Praktisi Pasar Modal, Agus Pramono menilai, kombinasi dua indikator itu mencerminkan kondisi makro ekonomi yang muram. Penyebabnya pelemahan permintaan. Terutama melemahnya daya beli masyarakat berpenghasilan menengah ( middle income ). 

Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi sepakat, tren deflasi dan manufaktur yang masih di zona kontraksi memberi sinyal terjadinya pelemahan permintaan. Performa emiten di sejumlah sektor rawan tertekan. Audi mengingatkan pelaku pasar mencermati perkembangan kondisi makro ekonomi di dalam negeri. Meski pada bersamaan, ada sentimen lain. Terlebih memasuki Oktober, investor mulai mengantisipasi musim rilis laporan keuangan kuartal ketiga. Founder WH-Project William Hartanto sepakat, antisipasi musim rilis laporan keuangan jadi katalis penting yang mengimbangi sentimen makro ekonomi. Dia memprediksi, deflasi dan manufaktur di zona kontraksi jadi sentimen jangka pendek. Analis Sinarmas Sekuritas, Eddy Wijaya menyatakan, investor juga perlu cermat melihat momentum. Di tengah situasi makro ekonomi dan pasar saat ini, Eddy melihat saham di sektor energi cukup prospektif. Biasanya akan terdongkrak oleh kenaikan permintaan di akhir tahun.

Tags :
#Bursa
Download Aplikasi Labirin :