;

Peningkatan Kunjungan Wisatawan Mancanegara

Ekonomi Yoga 03 Oct 2024 Kompas
Peningkatan Kunjungan Wisatawan Mancanegara

Perpustakaan Nasional atau Perpusnas menginisiasi gerakan inkubator literasi di Kalimantan Tengah. Gerakan ini diharapkan bisa semakin mengangkat kisah-kisah kearifan lokal masyarakat Dayak, sekaligus melestarikan peradaban Dayak. Kekayaan budaya Dayak diyakini dapat menjadi inspirasi bagi berbagai karya tulis. Inisiasi gerakan ini dimulai dengan diskusi publik yang diselenggarakan Perpusnas di Kota Palangka Raya, Kalteng. Diskusi dengan tema ”Cintai Tra- disi, Bangun Literasi” itu digelar pada Rabu (2/10/2024). Hadir dalam kegiatan itu, Pemimpin Redaksi Perpusnas Press Edi Wiyono, Pelaksana Harian Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kalteng Arthur Mukkin, Pustakawan Ahli Madya Perpusnas Damaji Ratmono, antropolog Dayak di Kalteng Marko Mahin, penulis Ai Gumiar, dan Redaktur Senior Kalteng Pos Rohansyah. Dalam paparannya, Marko Mahin mengungkapkan, begitu banyak tulisan populer tentang orang Dayak di Kalteng yang didominasi kisah fiksi, cerita horor, atau spiritual. Namun, belum banyak tulisan tentang kearifan lokal. Salah satu contoh novel yang begitu laris tentang Dayak di Kalteng adalah cerita fiksi berjudul Kuyang.

Marko mengatakan, cerita itu bahkan sampai dibuat film. Ia berharap dalaM gerakan inkubator literasi Perpusnas itu akan muncul judul-judul baru yang mengangkat keseharian orang Dayak beserta tradisinya ”Misalnya tentang atap rumah orang Dayak mengapa dibuat selalu berlawanan dengan arah angin karena logika leluhur kita saat itu, Kalteng ini panas dan saat itu tidak ada AC (air conditioner) sehingga untuk membuat rumah sejuk atapnyA dimodifikasi dengan cara begitu,” kata Marko Ia menyoroti ladang orang Dayak yang begitu kaya. Di beberapa wilayah, seperti Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan dan Barito, setiap berladang, ada 5 sampai 10 jenis benih padi yang ditanam. ”Ada banyak alasan mengapa demikian. Kalau itu diungkap menjadi gagasan dalam menulis, pasti bisa menjadi cerita menarik dan menambah pengetahuan anak-anak muda yang mungkin tidak pernah pergi berladang sehingga tradisi itu terjaga,” kata Marko. Hal serupa disampaikan Edi Wiyono. Menurut dia, dalam program itu, pihaknya akan memberikan kesempatan kepada anak-anak muda, peserta didik, dan masyarakat umum untuk mengajukan gagasannya terkait kearifan lokal.  (Yoga)

Tags :
#Pariwisata
Download Aplikasi Labirin :