;

Modal Akselerasi Pertumbuhan dengan Infrastruktur

03 Oct 2024 Kompas (H)
Modal Akselerasi Pertumbuhan dengan Infrastruktur

Pembangunan infrastruktur selama tahun 2014-2024 menjadi modal akselerasi pertumbuhan ekonomi menuju Indonesia maju. Optimalisasi jadi salah satu catatannya. Pemerintahan Presiden Jokowi melalui Kabinet Kerja pada 2014-2019 dan Kabinet Indonesia Maju pada 2019-2024 melaksanakan pembangunan pada dua periode pemerintahan. Sejumlah capaian ditorehkan, termasuk pembangunan infrastruktur. Ada pula catatannya. Presiden Jokowi menyampaikan capaian pembangunan selama 2014-2024 secara umum pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI dalam rangka HUT Ke-79 Proklamasi Kemerdekaan RI, 16 Agustus 2024. ”Selama 10 tahun ini, kita telah mampu membangun sebuah fondasi dan peradaban baru, dengan pembangunan yang Indonesia-sentris, membangun dari pinggiran, membangun dari desa, membangun dari daerah terluar,” kata Presiden. Sampai dengan pertengahan Agustus, menurut Presiden, pemerintah telah membangun 366.000 kilometer (km) jalan desa, 1,9 juta meter jembatan desa, 2.700 km jalan tol baru, 6.000 km jalan nasional, 50 pelabuhan dan bandara baru, serta 43 bendunga baru dan 1,1 juta hektar jaringan irigasi baru. 

Melalui pembangunan infrastruktur itu, Presiden mengklaim, pemerintah sukses menurunkan biaya logistik dari 24% menjadi 14%pada 2023. Dengan demikian, Indonesia bisa meningkatkan daya saing dari sebelumnya peringkat ke-44 menjadi peringkat ke-27 pada 2024. Indonesia, Presiden melanjutkan, merupakan satu dari sedikit negara yang mampu pulih lebih cepat dari pandemi Covid-19, bahkan terus bertumbuh. ”Pertumbuhan ekonomi kita terjaga di kisaran 5 persen, walau banyak negara tidak tumbuh, bahkan melambat. Wilayah Indonesia timur, seperti Papua dan Maluku, justru mampu tumbuh di atas 6 persen dan Maluku Utara mampu tumbuh di atas 20 persen,” kata Presiden. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa, Rabu (2/10/2024), mengatakan, pembangunan infrastruktur adalah moda akselerasi pertumbuhan ekonomi. Kuncinya terletak pada optimalisasinya. ”Infrastruktur sering disebut kegiatan ekonomi yang tidak bisa diperdagangkan. Kita berharap, dengan tersedianya infrastruktur bisa terbentuk kegiatan ekonomi yang bisa diperdagangkan yang lebih besar, paling tidak bisa mencapai 50 persen dari PDB dari yang sekarang 38 persen,” katanya.  (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :