;

Stock Split untuk Meningkatkan Likuiditas Saham

Ekonomi Hairul Rizal 27 Sep 2024 Kontan
Stock Split untuk Meningkatkan Likuiditas Saham

Aksi korporasi emiten dalam melakukan pemecahan nilai saham alias stock split kembali marak. Dalam catatan KONTAN, sepanjang tahun ini sudah ada 11 emiten yang melakukan stock split. Terbaru, PT Indosat Tbk (ISAT) alias Indosat Ooredoo Hutchinson telah mengantongi restu pemegang saham untuk melakukan stock split. Persetujuan itu dikantongi ISAT dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Rabu 25 September 2024. PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) juga mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk stock split dalam RUPSLB pada 23 September 2024. Rencananya, MSIN akan stock split dengan rasio 1:5. 

Sebelumnya, ada PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) yang stock split pada awal September lalu dengan rasio 1:10. Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo bilang, stock split dilakukan agar saham MSIN dapat menjangkau basis investor yang lebih luas dan meningkatkan likuiditas pasar. Sesuai jadwal, stock split akan dieksekusi MSIN pada 7 Oktober 2024. Jika menggunakan harga penutupan Kamis (25/9) Rp 7.100 per saham, maka saham MSIN pasca stock split akan berada di kisaran Rp 1.420. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menilai, stock split akan membuat saham emiten lebih murah dan likuid. Nico bilang investor yang mengincar cuan dalam jangka pendek, bisa memanfaatkan momentum kenaikan harga saat rencana stock split diumumkan. Kalau sudah lewat, biasanya penguatan akan cenderung terbatas. Adityo Nugroho, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas mengingatkan, meski harga sahamnya bakal lebih terjangkau pasca stock split, tapi aksi korporasi ini tidak akan memengaruhi fundamental kinerja emiten.
Dus, investor harus tetap cermat memilih saham.

Download Aplikasi Labirin :