Pelabuhan Menjadi Jalur Tikus Narkoba
PENYELUNDUPAN narkoba dari sejumlah negara tetangga tak kunjung padam meskipun kerap terungkap oleh aparat penegak hukum di Indonesia. Memanfaatkan pelabuhan-pelabuhan tikus di wilayah perbatasan di Sumatera dan Kalimantan, jaringan internasional leluasa memasok barang haram tersebut ke dalam negeri.
Salah satu lokasi pelabuhan tikus itu terdapat di Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Tempo menyambangi kawasan itu pada Kamis kemarin, 26 September 2024. Tak sulit menemukan pelabuhan tikus di sana. Misalnya sebuah pondok kecil di bawah Jembatan Nongsa Pura. Bangunan yang terbuat dari kayu dengan dek kecil itu menjorok ke muara sungai. Di sebelahnya, perahu kecil berwarna merah tertambat pada sebuah kayu. Namun tak ada tanda-tanda aktivitas manusia di sana.
Beberapa bangunan serupa tak sulit ditemukan di sekitar kawasan pesisir Nongsa. Kawasan ini memang berhadapan langsung dengan Malaysia dan Singapura. Titik terdekat negeri jiran itu, menurut masyarakat sekitar, bisa ditempuh dengan hanya perjalanan kurang dari satu jam menggunakan speed boat. Sudah menjadi rahasia umum, pesisir pantai di Nongsa dijadikan jalur tikus penyelundupan berbagai barang, termasuk narkoba. "Hampir semua pantai Nongsa, bahkan Batam, menjadi pelabuhan tikus," kata salah seorang warga yang namanya tidak mau disebutkan kepada Tempo. (Yetede)
Tags :
#Tindak PidanaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023