2028, RI Tidak lagi Impor Aluminium
Indonesia tidak lagi mengimpor aluminium pada 2028. Dalam jangka waktu sekitar 8 tahun ke depan, MIND ID menyiapkan sejumlah rencana pembangunan smelter aluminium dan peningkatan kapasitas Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) mempawah di kalimantan Barat. SGAR merupakan fasilitas pengolahan bijih bauksit menjadi aluminium. Produk alumina merupakan bahan baku untuk smelter aluminium. Kapasitas SGAR itu mencetak aluminium sebanyak 500 ribu ton. Adapun rencana penambahan kapasitas SGAR menjadi 2 juta ton sehingga mampu dimurnikan smelter menjadi 1 juta ton aluminium. Presiden Jokowi mengatakan kebutuhan aluminium domestik mencapai 1,2 juta ton.
Dari jumlah tersebut sekitar 56% dipenuhi dari luar negeri Ia menyebut ketergantungan impor itu menggerus devisa negara sebanyak US$ 3,5 miliar per tahun. "Kita punya bahan bakunya, kita punya raw materialnya, tapi 56% alumium kita impor. Oleh sebab itu setelah ini (SGAR) selesai berproduksi, impor yang 56% ini bisa kita stop. Enggak impor lagi, kita produksi sendiri didalam negeri dan kita tidak kehilangan devisa karena dari sini kita harus keluar devisa kira-kira US$ 3,5 miliar setiap tahun. Angka yang besar sekali Rp 50 triliun lebih devisa kita hilang gara-gara impor aluminium." kata Presiden. (Yetede)
Postingan Terkait
Substitusi Impor Tekstil Jangan Cuma Wacana
Kemungkinan Pemerintah Membuka Opsi Impor Gas
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023