;

Keluar dari Jebakan Kelas Menengah

Keluar dari Jebakan Kelas Menengah

Fenomena middle-income trap melalui ilustrasi Budi, seorang individu yang bercita-cita menjadi kaya tetapi terjebak dalam peningkatan biaya hidup yang tidak diimbangi dengan pendapatan yang memadai. Sama halnya dengan banyak negara, termasuk Indonesia, yang berhasil mencapai pendapatan menengah tetapi kesulitan untuk naik ke tingkat pendapatan tinggi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati secara terbuka mengakui bahwa Indonesia mengalami kesulitan untuk keluar dari jebakan kelas menengah. Penyebab utamanya adalah kerumitan regulasi dan kebijakan, terutama dalam hubungan keuangan antara pusat dan daerah. Proses desentralisasi fiskal dinilai tidak efisien karena regulasi yang menghambat fleksibilitas daerah dalam menggunakan anggaran, ditambah dengan kapasitas daerah yang masih rendah dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek. Akibatnya, proyek infrastruktur yang seharusnya mendorong konektivitas dan pertumbuhan ekonomi sering berjalan lambat.

Selain itu, fenomena middle-income trap menunjukkan kegagalan negara dalam meningkatkan produktivitas, inovasi, dan daya saing global, yang pada akhirnya menghambat Indonesia untuk mencapai status negara berpendapatan tinggi. Jika tidak ada langkah sistematis dan radikal untuk meningkatkan inovasi dan kualitas sumber daya manusia, visi Indonesia Emas 2045 dengan pendapatan per kapita di atas US$26.200 akan sulit tercapai.

Tags :
#Opini #Ekonomi
Download Aplikasi Labirin :