Mengukur Kekuatan Bursa Saham di Akhir Tahun
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak bak roller coaster. IHSG sempat menggapai level tertinggi baru sepanjang masa yakni 7.905,30, Kamis (19/9). Tapi level ini tak bertahan lama. Keesokan harinya, IHSG tersungkur 2,05% dan terpental dari area 7.900 ke area 7.700 kembali, atau tepatnya di level 7.743, Jumat (20/9). Tekanan utama pada IHSG berasal dari keputusan FTSE Russel yang mengeluarkan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dari indeks FTSE. Gara-gara keputusan kontroversial tersebut, harga saham emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar itu turun hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB), Jumat (20/9), dan merembet ke emiten lainnya. Secara umum, Direktur Purwanto Asset Management Edwin Sebayang menyatakan, penguatan IHSG beberapa waktu terakhir ini hingga mendekati level 8.000 didorong oleh beberapa emiten saja, terutama saham emiten Grup Prajogo Pangestu dan saham perbankan. "Sementara saham berfundamental bagus dan kuat lainnya masih lagging," jelasnya kepada KONTAN, akhir pekan lalu. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menilai, akhir-akhir ini mulai terlihat adanya rotasi sektor ke saham-saham lapis kedua. "Mulai dari sektor properti hingga farmasi," kata Nico.
Senior Maket Chartist
Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta melihat, koreksi IHSG juga disebabkan aksi ambil untung alias
profit taking
oleh investor dan sepinya perdagangan saham pada akhir pekan. "Penurunan suku bunga oleh The Fed secara agresif juga menjadi sentimen pemicu adanya aksi jual di pasar saham," katanya.
Namun demikian, masih ada sejumlah sentimen positif yang bisa memoles prospek IHSG hingga akhir tahun ini. Menurut Nafan, IHSG bisa merangkak naik lagi ke 7.915. Penguatan IHSG di akhir tahun itu akan ditopang oleh potensi
window dressing.
Pengamat Pasar Modal dan
Founder
WH Project, William Hartanto memproyeksikan, pada skenario terburuk, IHSG hanya akan bergerak ke level 7.800 pada akhir tahun ini. Sementara pada skenario
bullish, IHSG dapat melesat ke level 8.000.
Nico juga masih optimistis IHSG bisa kembali ke level 7.900 di akhir 2024. Dia memproyeksikan, dengan probabilitas 55%, IHSG berpotensi menyentuh 7.9208.080. Pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Oktober mendatang dapat memoles prospek IHSG.
Tags :
#BursaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023